Adu Mulut Arteria Dahlan Hingga Pelaku Spontan Tusuk Syekh Ali Jaber

Arteria Dahlan
Sumber :
  • Instagram Arteria Dahlan

VIVA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan memang lekat dengan kontroversi. Dalam rapat anggaran dengan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy di Gedung DPR pada Senin 14 September 2020, Arteria Dahlan sempat terlibat adu mulut dengan pimpinan rapat, Ahmad Sahroni.

Politikus PDIP itu sempat beberapa kali ditegur pimpinan rapat, Ahmad Sahroni dari Fraksi Nasdem karena dinilai tidak fokus dalam materi rapat. Bahkan cenderung cari muka dengan beberapa kali menyanjung-nyanjung PDIP sebagai partai yang konsisten mendukung anggaran Polri. 

Berita seputar adu mulut Arteria ini menjadi salah satu berita terpopuler di laman VIVA.co.id, Senin, 14 September 2020. Disamping tentunya masih banyak lagi berita-berita lain yang juga menarik untuk dibaca. Seperti dalam round up berikut ini:

1. Adu Mulut Arteria Dahlan Vs Ahmad Sahroni di Depan Jenderal Gatot

Jalannya rapat kerja antara Komisi III DPR RI dengan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy di Gedung DPR pada Senin 14 September 2020 sempat diwarnai adu mulut. Namun adu mulut terjadi bukan antara Wakapolri dengan Komisi III DPR, melainkan amtara Pimpinan Rapat yang juga Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni, dengan Anggota Komisi III Fraksi PDIP Arteria Dahlan.

Awalnya, Arteria memyampaikan dukungan fraksi PDIP terhadap kinerja Polri dan pengajuan tambahan anggaran Polri. Arteria juga menyinggung ketika Ketua DPP PDIP dilaporkan terkait kasus Pancasila dan Sumatera Barat, menurut Arteria, Polri sudah membantu dan membuat keputusan tepat.

"Saya hanya kasih contoh kemarin kerja-kerja siber ini lebih terukur lagi, Pak. Saya terima kasih kami kemarin punya masalah yang Ibu Puan Maharani begitu responsif dibantu teman-teman kepolisian," kata Arteria, Senin.

Kemudian, belum selesai Arteria melanjutkan perkataannya, Sahroni sebagai pimpinan rapat menyela. Menurut Sahroni, Rapat kali ini untuk pengawasan pengajuan anggaran dan jangan sampai adanya pengajuan penambahan anggaran ini terkait dengan partai Politik

Simak berita selengkapnya di tautan ini

2. Jokowi Tunjuk 2 Jenderal Eks Kopassus Tangani Daerah Terparah Corona

Presiden Jokowi telah memerintahkan dua anak buahnya untuk menekan penularan Covid-19 di delapan wilayah. Keduanya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala BNPB merangkap Ketua Satgas Penanganan Corona di Tanah Air. 

"Dan menugaskan wakil ketua komite (Satgas) Pak Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Satgas Covid untuk memonitor dan sekaligus melakukan evaluasi," kata Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite dan juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 14 September 2020.

Pernyataan Airlangga itu dikabarkan usai sejumlah menteri rapat virtual dengan Presiden Jokowi. Delapan wilayah menjadi fokus Luhut dan Doni agar penanganan turut mengedepankan strategi berbasis lokal.

Simak berita selengkapnya di tautan ini

3. MUI Minta Polri Tak Mudah Simpulkan Penusuk Syekh Ali Jaber Orang Gila

Ketua Dewan Pertimbangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengecam penusukan terhadap, Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung Minggu sore, 13 September. Menurutnya, perbuatan tersebut bentuk kriminalisasi terhadap ulama.

“Peristiwa penusukan atas Syekh Ali Jaber di tengah pengajian di Masjid Fallahuddin, Lampung, sungguh mengagetkan dan patut dikecam. Tindakan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama, dan kejahatan berencana terhadap agama dan keberagamaan,” kata Din melalui keterangan tertulisnya, Senin, 14 September 2020.

Atas dasar itu, ia mendesak Polri untuk mengusut secara tuntas, dan menyingkap pelaku dan siapa yang berada di belakangnya. Dan menyeret pelaku ke meja pengadilan dengan tuntutan hukum maksimal.

“Polri agar tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila, sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu yang sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Simak berita selengkapnya di tautan ini

4. Polisi: Pelaku Spontan Tusuk Syekh Ali Jaber karena Halusinasi

Pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, Alpin Adrian, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan berat oleh kepolisian. Namun, Alpin mengaku menusuk Syekh Ali Jaber di Lampung pada Minggu malam, 13 September 2020, tidak direncanakan.

“Kalau dari hasil pemeriksaan, dia (pelaku) spontan (menusuk Syekh Ali Jaber),” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bandar Lampung, Kompol Rezky Maulana, saat dihubungi wartawan pada Senin, 14 September 2020.

Menurut Rezky, pelaku tidak tahu kalau ada kedatangan Syekh Ali Jaber karena dekat rumahnya. Selain itu, pelaku juga halusinasi pernah didatangi oleh Syekh Ali Jaber setahun lalu lantaran sering mengikuti melalui media sosial YouTube.

“Begitu mendengar dari masjid ada yang mendengar Ali Jaber, nah enggak lama dari situ dia ke dapur ambil pisau menuju ke tempat itu. Jadi secara spontan pada saat itu, tapi masih kita dalami nih. Sementara pengakuannya seperti itu,” ujarnya.

Simak berita selengkapnya di tautan ini

5. Hari Pertama PSBB Total, Pintu Masuk Jakarta Dijaga Ketat

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai berlaku hari ini, Senin, 14 September 2020, hingga dua pekan ke depan. Penjagaan di pintu masuk Ibu Kota juga dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan pemerintah daerah.

Seperti di check point perbatasan daerah Pasar Jumat, Cireundeu Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Di sana dijaga oleh Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI dan TNI. Dimulai pada pukul 07.00 WIB, razia yustisi yang digelar di check point perbatasan Cireundeu, Jalan Batan Raya, Pasar Jumat. Tepatnya depan Sespolwan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dari pantauan VIVA.co.id di lokasi, tampak petugas gabungan yang berjaga di sepanjang jalan perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan, Banten dengan Jakarta Selatan mengawasi kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker. Baik itu pengguna roda dua hingga roda empat.

Simak berita selengkapnya di tautan ini