Buka Puasa dengan Gorengan, Risiko Stroke dan Diabetes Mengintai

Ilustrasi gorengan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Gorengan menjadi salah satu menu berbuka puasa yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Mengingat rasanya yang gurih dan tekstur yang crunchy membuat gorengan begitu didambakan saat berbuka puasa. 

Namun ada baiknya berhati-hati saat mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa. Mengapa? Sebab, mengonsumsi gorengan bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Dalam program Hidup Sehat TvOne, spesialis gizi klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi menjelaskan salah satu efek yang bisa dialami masyarakat ketika mengonsumsi gorengan terlalu banyak saat berbuka adalah dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

"Gorengan yang diolah di suhu tinggi dan terendam akan memicu kadar lemak jahat kolesterol dalam tubuh, apalagi gorengan yang belinya di abang-abang, dia gorengnya tidak satu kali tapi berkali-kali itu yang bahaya apalagi sampai minyaknya hitam," kata dia, Rabu 21 April 2021. 

Bukan hanya itu saja, dijelaskan oleh Putri jika mengonsumsi gorengan jangka panjang secara terus menerus akan memicu penumpukan lemak di dalam tubuh seperti di pembuluh darah yang berakibat dapat memicu darah tinggi, stroke, hingga diabetes lebih dini.

"Kalau konsumsi lemak yang tidak sehat seperti itu lama-lama akan menumpuk di pembuluh darah, kalau menumpuk akan membuat kaku sehingga proses kerja memompa darah jadi lebih ekstrsaa, ini akan buat tekanan darah menjadi naik. Kalau penyumbatannya di otak bisa sebabkan stroke," tuturnya.

Meski begitu, tidak berarti masyarakat tidak bisa mengonsumsi gorengan. Putri menjelaskan bahwa masyarakat masih bisa mengonsumsi gorengan namun diatur frekuensinya tidak setiap hari dan jumlahnya.