Masalah Datang Bertubi-tubi Bikin Hati Lelah? Baca 6 Doa Ini

Ilustrasi Berdoa tengah malam
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Jakarta, VIVA – Tidak semua perjalanan hidup berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang harus menghadapi berbagai persoalan dalam waktu berdekatan, mulai dari masalah keluarga, kesulitan ekonomi, kehilangan orang terkasih, hingga kondisi yang menguras pikiran dan perasaan.

Dalam situasi seperti itu, menjaga ketenangan hati bukan perkara mudah. Umat Islam dapat berikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, memohon kekuatan untuk bertahan, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta petunjuk agar mampu melewati masa-masa sulit.

Alquran dan hadis memuat sejumlah doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kesulitan. Bacaan-bacaan ini mengandung permohonan ampunan, rahmat, keteguhan hati, dan pertolongan Allah SWT agar seorang Muslim tidak kehilangan harapan di tengah cobaan.

1. Doa saat Cobaan Terasa Berat

Salah satu ayat yang kerap menjadi pengingat ketika seseorang menghadapi persoalan hidup adalah surah Al-Baqarah ayat 286. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT tidak membebani seseorang di luar kesanggupannya.

Selain mengandung pesan tentang kemampuan manusia menghadapi ujian, ayat tersebut juga memuat doa agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, dan pertolongan.

Bacaan Arab:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin:

Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa. Lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha'naa. Rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qab linaa. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, warhamnaa. Anta mawlaanaa fanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin.

Artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan ia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.’” (QS. Al-Baqarah: 286)

2. Doa Memohon Kesabaran dan Keteguhan Hati

Menghadapi masalah yang datang silih berganti membutuhkan kesabaran sekaligus keteguhan untuk terus melangkah. Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 250, terdapat doa yang berisi permohonan agar Allah SWT melimpahkan kesabaran, menguatkan langkah, dan memberikan pertolongan.

Doa ini dapat diamalkan ketika seseorang membutuhkan kekuatan untuk menghadapi tantangan dan tetap teguh dalam menjalani kehidupan.

Bacaan Arab:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin:

Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin.

Artinya:

"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 250)

3. Doa Nabi Ayyub AS ketika Menghadapi Penderitaan

Kisah Nabi Ayyub AS menjadi salah satu teladan tentang kesabaran ketika menghadapi penderitaan. Di tengah kesulitan yang dialaminya, Nabi Ayyub AS menyampaikan keluh kesah kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Doa beliau diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 83. Bacaan ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tetap memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi keadaan yang berat.

Bacaan Arab:

رَبِّ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin:

Rabbi annii massaniyadh-durru wa anta arhamur-raahimiin.

Artinya:

"Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)

4. Doa ketika Tertimpa Musibah

Musibah dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, atau menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Kesedihan yang muncul merupakan bagian dari pengalaman manusia, tetapi umat Islam diajarkan untuk tetap mengingat Allah SWT ketika menghadapi kehilangan.

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat dibaca saat tertimpa musibah. Selain mengakui bahwa segala sesuatu adalah milik Allah SWT, bacaan ini juga berisi permohonan agar diberikan pahala atas musibah yang dialami dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik.

Bacaan Arab:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin:

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Allaahumma'jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.

Artinya:

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya."

5. Doa Nabi Yunus AS ketika Berada dalam Kesulitan

Ketika merasa terhimpit oleh persoalan yang seolah tidak kunjung selesai, seorang Muslim dapat mengamalkan doa Nabi Yunus AS. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 87.

Bacaan tersebut berisi pengakuan akan keesaan dan kesucian Allah SWT sekaligus kesadaran atas kekurangan diri. Doa Nabi Yunus AS dapat menjadi pengingat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT saat menghadapi kesulitan.

Bacaan Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin:

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Artinya:

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)

6. Doa Memohon Kemudahan dan Pertolongan Allah SWT

Saat cobaan datang bertubi-tubi, seseorang mungkin merasa kekuatannya semakin terbatas. Dalam keadaan demikian, berdoa dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon ampunan, rahmat, dan pertolongan Allah SWT.

Bagian akhir surah Al-Baqarah ayat 286 memuat permohonan agar Allah SWT tidak memberikan beban di luar kemampuan, mengampuni kesalahan, serta melimpahkan rahmat-Nya. Potongan ayat ini dapat diamalkan sebagai doa ketika membutuhkan pertolongan dalam menghadapi ujian hidup.

Bacaan Arab:

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin:

Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, warhamnaa. Anta mawlaanaa fanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin.

Artinya:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286)