Maxime Bouttier Masih Berat Ucapkan Selamat Tinggal ke Ibunda: I Love You Mama, Always!

Maxime Bouttier
Sumber :
  • IG @bouttier_maxime

JAKARTA – Maxime Bouttier mengunggah deretan foto kenangan yang menampilkan kebersamaannya dengan sang ibunda, Siti Purwanti. Diketahui, ibunda Maxime meninggal dunia pada Minggu 14 Januari 2024. Siti Purwanti meninggal di usia 58 tahun karena sakit yang diidapnya.

Maxime pun mengunggah deretan foto kenangan dengan sang ibunda ke Instagram. Terlihat potret Maxime dari mulai kecil sampai dengan dewasa. Di slide terakhir, Maxime mengunggah foto tengah memeluk jenazah sang ibu. Scroll untuk info selengkapnya, yuk!

Melalui caption yang ditulis dalam unggahannya, Maxime dengan berat hati mengucapkan selamat tinggal kepada sang ibunda. Maxime mengungkap, ibundanya itu semasa hidup telah memberikan nilai-nilai kebaikan.

Maxime Bouttier dan Ibunya, Siti Purwanti

Photo :
  • IG @bouttier_maxime

"Dengan berat hati saya mengucapkan selamat tinggal ke Ibu saya, mama saya tercinta. Beliau selalu mengedukasi saya untuk selalu senyum dan selalu menerima semua keadaan dengan kesabaran," tulis Maxime Bouttier dikutip VIVA, Jumat 19 Januari 2024.

"Beliau lah yang membesar kan saya untuk menjadi seseorang yang tangguh dan sabar," tambahnya.

Atas segala jasa tak ternilai dari ibundanya itu, Maxime mengungkap bahwa apapun pencapaiannya dalam hidup akan selalu didedikasikan untuk sang ibunda. Maxime mengatakan akan selalu menyayangi ibunya sampai kapanpun.

"Maka dari itu kesuksesan saya yang saya dapatkan dari awal karir ke sekarang sampai saya tiada ada di bumi akan selalu saya dedikasikan untuk Ibu saya tercinta. I Love you Mama, Always," ungkap Maxime.

Sebelumnya, jenazah ibunda Maxime dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Senin, 15 Januari 2024. Ditemui usai prosesi pemakaman selesai, Purwadi selaku paman dari Maxime mengungkap bahwa ibunda Maxime sudah lama sakit.

"Dia (Siti Purwanti) memang sudah cukup lama sakit, pernah operasi pasang ring di jantungnya. Kemarin memang sudah parah sekali penyakitnya, akhirnya masuk ke ginjal dan sudah harus cuci darah. Tapi cuci darah gagal makin parah sakitnya," kata Purwadi.