I Made Mangku Pastika

Kabupaten Buleleng, Bali, 22 Juni 19513
s/d
Sekarang

Prestasinya di kepolisian melambungkan namanya di pentas nasioanal dan internasional. Keberhasilan I Made Mangku Pastika menangani kasus Bom Bali 2003 yang korbannya banyak dari warga asing mengantarkannya menjadi Kapolda dan Gubernur Bali.

Kinerjanya yang baik diganjar menjadi gubernur Bali dua periode. Pada periode 2003-2008, ia berpasangan dengan Puspoyoga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sukses pada periode ini, Pastika maju kembali sebagai gubernur. Kali ini, ia berpasangan Sudikerta dan tidak diusung oleh PDIP, tapi diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat.  Pasangan ini menang untuk memimpin Bali periode 2013-2018. "Kami ucakan terima kasih atas dukungan rakyat Bali," jelas Pastika, usai pelantikan di Gedung DPRD Bali pada Kamis, 29 Agustus 2013.

Nama I Made Mangku Pastika bukan sosok asing di mata warga Bali. Pria kelahiran Kabupaten Bulelen, 22 Juni tahun 1951 ini merupakan putera dari pasangan I Ketut Ayu Putri dan Ni Nyoman Kinten dan ia merupakan putra kedua dari enam bersaudara.

Ayah dari I Made Mangku Pastika adalah seorang pendidik. Ayahnya merupakan guru tari dan guru silat. Kehidupan Made Mangku Pastika penuh perjuangan karena ia lahir ditengah keluarga yang sederhana, Ia sudah biasa berkerja sejak kecil untuk menambah uang saku sekolahnya. Passtika menikahi wanita yang bernama NI Made Ayu Putri yang merupakan wanita asal Bali juga.

Pendidikan Pastika dimulai di Sekolah Rakyat yang sekarang biasa di sebut Sekolah Dasar. Setelah masuk SMP, Pastika dan keluarganya pindah ke Palembang akibat Gunung Agung meletus pada tahun 1963. Di Palembang Mangku Pastika masuk Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Palembang. Lulus SMA, ia melanjutkan Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1974.

Dalam perjalanan awal kariernya, Mangku Pastika bermula sebagai Komandan Peleton 1 Kompi I, Batalyon B, Brimob Polda Metro Jaya. Pada tahun 1984, ia menjadi Kepala Sub Dinas Pencurian Berat, Direktorat Reserse Polda Metro Jaya dan pada tahun 1992 Mangku Pastika menjabat sebagai Kepala Satuan Penyidik Perbankan di Mabes Polri.

Pada tahun 1994 hingga tahun 1995, ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat.Pada tahun 2000 Made Pangku Pastika Merupakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua dan pada tahun yang sama Ia juga menjabat sebagai Sekretariat Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Namanya makin dikenal pada tahun 2003 karena mendapat tugas sebagai Ketua Tim Investigasi Bom Bali. Tak lama kemudian, kariernya merokret menjadi Kapolda Bali 2003-2005. Setelah itu, ia ditarik ke Jakarta menjadi Kepala pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional hingga tahun 2008.

Pensiun polisi berbintang tiga ini, setelah dari BNN, terjun ke dunia politi. Ia bertarung menjadi gubernur Bali. Hasilnya, ia sukses menjadi gubernur untuk periode 2008-2013 dan 2013-2018.


KELUARGA
Istri                  : Ni Made Ayu Putri
Jumlah Anak   : 3 (Tiga) Orang Anak
Ayah                : I Ketut Meneng
Ibu                   : Ni Nyoman Kinten
       
         
PENDIDIKAN:
Sekolah Rakyat 4 Bubunan, Buleleng
SMU Tingkat Pertama Negeri 4 Palembang
SMA Negeri 2 Palembang
Akabri Kepolisian (1974)
PTIK (1984)
Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) (1990 -1991)
Sekolah Staf Komando ABRI (1996 – 1997)
 
KARIER:
Gubernur Bali (2013-2018)
Gubernur Bali (2008 – 2013)
Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (2005 – 2008)
Kepala Kepolisian Daerah Bali (2003 – 2005)
Ketua Tim Investigasi Bom Bali (2003)
Kepala Kepolisian Daerah Papua (2000)
Sekretariat Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (2000)
Sekretaris NCB-Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (2000)
Direktur Reserse Pidana Tertentu Sekretaris NCB/Interpol (2000)
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (2000)
Direktur Tindak Pidana Tertentu Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (1999)
Tugas BKO Polda Timor Timur (1999)
Kepala Departemen Informasi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Korserse Polri (1997 – 1999)
Kepala Departemen Kerjasama Internasional di NCB/Interpol (1997)
Direktur Reserse Ekonomi Mabes Polri (1997)
Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolda Metro Jaya (1996 – 1997)
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat (1994 – 1995)
Kepala Satuan Penyidik Perbankan di Mabes Polri (1992)
Kepala Bagian Reserse Ekonomi, Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (1991 – 1992)
Kepala Satuan Penyidik Kejahatan Perbankan, Sub Direktorat Reserse Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (1991)
Anggota Kontingen Garuda IX bergabung dengan pasukan PBB di Namibia (1988 – 1991)
Kapolsek Tambora Jakarta Barat (1987)
Kepala Unit Kejahatan Harta Benda, Direktorat Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya (1985)
Kepala Sub Dinas Pencurian Berat, Direktorat Reserse Polda Metro Jaya (1984)
Ajudan Menteri Pertahanan dan Keamanan / Panglima ABRI (1977 – 1981)
Komandan Peleton 1 Kompi I, Batalyon B, Brimob Polda Metro Jaya. (1975)
Ketua Pembina Yayasan Garuda Wisnu Kencana [GWK)
Ketua Pembina Yayasan Widya Shanti Dharma
Ketua Pembina Yayasan Widya Kerthi
Ketua Dewan Pembina Barisan Anti Narkoba Indonesia (BANI)
Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, 2013

PENGHARGAAN:
Adhi Makayasa (Lulusan Terbaik) Akabri Kepolisian (1974)
Officer of the Order of Australia (AO) (11 Oktober 2003)

Berita Terkait

Mendagri Sebut Made Pastika Berhasil Turunkan Kemiskinan di Bali

Nasional

29 Agustus 2018

Gunung Agung 1963 Beda dengan Kondisi Saat Ini

Nasional

5 Oktober 2017

Gubernur Bali akan Sembahyang di Zona Merah Gunung Agung

Nasional

5 Oktober 2017

Gunung Agung Awas, PNS Karangasem Malah Asyik Pelesiran

Nasional

28 September 2017

Pariwisata Lombok Mulai Jadi Ancaman Bali

Nasional

26 November 2016
Share :