Gita Irawan Wirjawan

politikus
Jakarta, 21 September 19653
s/d
Sekarang

Perjuangannya saat kuliah di luar negeri sebagai pencuci piring dan pembersih toilet sangat membantu dalam menyelesaikan studinya. Berhasil sebagai pengusaha, ia diminta masuk jajaran pemerintah dan ditunjuk sebagai menteri perdagangan.

Pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 ini biasa dipanggil Gita adalah anak dari pasangan Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka Wirjawan.

Masa remaja Gita dihabiskan di India dan Bangladesh. Dia mengikuti orang tuanya karena ayahnya dokter yang diberi tugas sebagai perwakilan Indonesia di badan kesehatan dunia WHO.

Sedangkan kuliahnya, Gita menempuh di University of Texas, Amerika Serikat, dan melanjutkan kuliah S2 pertamanya di Baylor University, lulus pada 1989. Pada 1999 Gita mengambil lagi kuliah S2 jurusan Public Administration di Harvard University dan ia menamatkan pendidikannya hanya satu tahun, pada tahun 2000.

Semasa kuliah, Gita mengalami pahitnya tinggal di luar negeri. Biaya kuliah dari orang tuanya sudah tidak mencukupi karena masa pensiun kerja ayahnya. Kondisi itu mendorong Gita untuk hidup hemat dan mandiri. Kekurangan biaya hidup kuliah dia tutup dengan menjadi pembersihkan toilet, pencuci piring restoran, sopir hingga penjual kulit ular. Perjuangannya berhasil manis.

Usai selesai kuliah, Gita memulai kariernya dengan bekerja di Citibank. Kemudian berlanjut di Goldman Sachs Singapura, hingga tahun 2004, pada tahun berikutnya ia pidah ke ST Telekomunikasi sampai 2006  yang juga di Singapura, perlahan namun pasti karier Gita menanjak, Gita bekerja di JP Morgan Indonesia sebagai direktur utama, dari tahun 2006-2008.

Setelah mundur dari JP Morgan pada April 2008, Gita mendirikan Ancora Capital yang terfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Di perusahaan yang dibuatnya, ia membuktikan kepiawaiannya dalam mengelola perusahaan yang bergerak di bidang financial.

Dalam hitungan bulan, perusahaan ini mengambil alih sebagian saham PT. Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, dan beberapa perusahaan properti di Jakarta serta di Bali. Ini merupakan salah satu bukti dari hasil kerja keras yang dilakukan Gita.

Selain memiliki sepak terjang dalam dunia usaha finansial, Gita juga dikenal sebagai seorang pecinta musik. Ia berhasil mendirikan rumah produksi musik yang diberi nama Omega Pasific Production, yang bisa dibilang cukup sukses.

Namanya makin menasional, saat ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kepala BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal. Kemudian pada tahun 2011, ia diangkat sebagai Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu II. Pada masa akhir jabatannya, dia mengundurkan diri pada 31 Januari 2014 karena ingin berkonsentrasi pada pencalonannya sebagai calon presiden 2014 yang digelar Partai Demokrat.

Sayang, konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat tidak berjalan mulus, ia pun tidak jadi maju. Meski begitu tidak membuat Gita tenggelam dan tidak berkarya, dia tetap  sibuk dengan dunia bisnis, olahraga, dan musiknya. Ini sejalan dengan semboyannya, “We’re bigger than what we think we are” atau “Kita lebih besar dari apa yang kita pikirkan".

KELUARGA

Istri          : Yasmin Stamboel Wirjawan
Anak        : 3 orang

PENDIDIKAN 
1. S1, University of Texas, Amerika Serikat
2. S2, Administrasi Bisnis, Baylor University (1989)
3. S2, Administrasi Publik, Harvard University (2000)

KARIER
Citibank, 2000
Goldman Sachs, 2001-2004
ST Telekomunikasi, Singapura, 2005-2006
Direktur Utama JP Morgan Indonesia, 2006-2008
Anggota Dewan Direktur Independen di Telekom Malaysia International
Komisaris Pertamina
Pendiri Ancora Capital, 2008
Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), 2009-2011
Menteri Perdagangan, 2011-2014
Ketua PBSI, 2012-2016



Berita Terkait

Tontowi Persembahkan Gelar China Open untuk Gita Wirjawan

Bulutangkis

22 November 2016

Pengurus PBSI Apresiasi Kinerja Gita Wirjawan

Bulutangkis

1 November 2016

Wiranto Resmi Jadi Ketum PP PBSI

Bulutangkis

31 Oktober 2016

Pendaftaran Ditutup, Gita Wirjawan dan Wiranto Diverifikasi

Bulutangkis

28 Oktober 2016

Keluhan Gita Soal PBSI Kurang Dana Dinilai Tak Masuk Akal

Bulutangkis

19 Oktober 2016
Share :