Petani Sumsel Sambut Positif Program Serasi 220 Ribu Ha
“Belum dimulai saja, sudah banyak yang melaksanakan dua kali tanam, karena petani ingin bisa tiga kali tanam dalam setahun. Hanya kondisinya perlu perbaikan. Pemerintah sudah mendukung, kita biasanya kekurangan air pada tanam yang kedua. Bisa diambil dari sungai besar dengan pompanisasi ke sungai kecil,” kata Rohim petani padi pasang surut di Desa Srikaton, Kecamatan Air Sale, Banyuasin.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Erwin Noor Wibowo mengatakan, menjadi prioritasnya adalah melakukan normalisasi irigasi tersier dan pompanisasi. Dengan target Mei bisa selesai karena biasanya terjadi kekeringan di lahan rawa.
Melalui program Serasi ini, jelas Erwin, pemerintah daerah Sumsel mentargetkan bisa meningkatkan IP 100 menjadi IP 200, IP 200 menjadi IP 300, dan yang sudah berhenti di IP 200 atau IP 300. Targetnya adalah meningkatkan produktivitasnya.
“Akan ada tambahan produksi 600-800 ribu ton beras per tahun dari program Serasi ini,” katanya.
Kegiatan pekerjaan yang dilakukan dalam program Serasi ini, lanjut Erwin, adalah memperbaiki infrastruktur irigasi, pompanisasi, pencucian lahan, rehabilitasi jaringan irigasi terseier dan penguatan aktivitas kelompok untuk menjadi korporasi petani.
Pada musim tanam pertama, petani padi di Sumsel bisa mendapatkan hasil panen sampai 8 ton/ha, namun pada musim tanam kedua petani umumnya hanya dapat 3 ton per ha. Dengan program Serasi ini, diharapkan produktivitas padi pasang surut pada musim tanam kedua bisa mencapai 5 ton per ha.
“Kami juga menyatukan kelembagaan yang ada agar berkorporasi. Atasi masalah dengan permodalannya dan menguatkan pemasarannya,” pungkas Erwin.