KemenPAN Kaji Pembubaran BOPI dan BSANK

Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salamm, memimpin delegasi untuk menemui MenPAN RB Yudi Chrisnandi, pada Selasa, 2 Februari 2016 di Jakarta. Kedatangan mereka untuk menjelaskan, mengapa Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) harus dipertahankan.

"Kami meminta rekomendasi pembubaran untuk segera di cabut. Kami sampaikan sedang semangatnya, melakukan penataan reformasi olahraga dan penataan administrasi organisasi olahraga melalui BOPI. Saya melihat ini tidak konsistennya Kantor Menpan," kata Alfitra Salamm, seusai pertemuan dengan Yudi di Lantai 4 Gedung KemenPAN RB.

Menurut Alfitra, BSANK yang baru dilantik 12 November 2015, memiliki arti penting dalam melakukan standarisasi dan administrasi, semua jenis cabang olahraga. "Bahkan di Asian Games 2018 mendatang, BSANK sangat berjasa sekali." Ketua BSANK Anwar Rahman, juga menyatakan hal senada.

Anwar menyebut ada ratusan cabang olahraga, serta ribuan sarana dan prasarana olahraga yang perlu distandarisasi. Untuk itu menurutnya dibutuhkan kerja keras dan orang-orang profesional, mandiri, dan tak bisa dilekatkan dengan unit di Kemenpora. "Jangan sampai baru dua bulan dilantik, sekarang mau dibubarkan. Bakal membingungkan publik."

Ketua BOPI Nur Aman, mengatakan tidak ada tumpang tindih kewenangan, antara Kemenpora dengan lembaga yang dipimpinnya. "Tidak ada kewenangan tumpang tindih, saat ini kami sedang berperang dengan PSSI yang sarat mafia," ujar Nur. Pihak KemenPAN seusai pertemuan, mengatakan pembubaran BOPI dan BSANK belum menjadi keputusan final.

"Pihak KemenPAN akan segera melakukan evaluasi, dan mengkaji secepat mungkin dengan Setneg atas keberatan Kemenpora, dan segera memberitahukan hasilnya kepada Kemenpora. Penilaian yang tadinya final, menjadi belum final," kata Alfitra.
 

(ren)