8 Momen Terbaik Olimpiade 2016

Momen kemenangan dan mengharukan kakak beradik Brownlee di Olimpiade 2016
Sumber :
  • Reuters

Perenang berusia 31 tahun, itu kini telah mengumpulan total 28 medali, 23 di antaranya adalah medali emas, membuatnya sebagai peraih medali Olimpiade terbanyak sepanjang masa. Enam medali emas dan dua perunggu pada Olimpiade 2004, delapan medali emas pada Olimpiade 2008.

Dia menambahnya dengan empat emas dan dua perak di Olimpiade 2012, dan lima emas pada 2016. Dia kini menjadi satu-satunya atlet, yang meraih sukses dalam empat Olimpiade berturut-turut.

'Perang' Saudara

Kerukunan selalu penting di antara anggota keluarga. Namun, persaingan di antara kakak dan adik, akan menjadi sesuatu yang menarik jika terjadi pada even sebesar Olimpiade. Ada beberapa kakak beradik yang bersaing di Rio de Janeiro, namun momen paling mengharukan terjadi pada triathlon.

Dua atlet Inggris Alistair Brownlee dan Jonny Brownlee, dalam proses mereka meraih medali emas dan perak, memperlihatkan pertarungan seru, hingga momen keakraban yang mengharukan di garis finis.

Negara Bukan Penghalang

Terpinggirkan tapi tak patah semangat. Untuk pertama kalinya pada Olimpiade 2016, atlet dapat bertanding tanpa mewakili negara. Sepuluh atlet pengungsi, mendapatkan sambutan hangat pada upacara pembukaan, saat mereka berparade menggunakan bendera Olimpiade.

Mereka terpaksa lari dari kampung halaman karena perang, atau ancaman hukuman yang sewenang-wenang, dan hanya ingin tetap berkompetisi. Olahraga bukan tentang politik, namun murni kompetisi yang sehat, sehingga terobosan di Olimpiade 2016 sangat penting untuk dilanjutkan.

Pertama Kali

Meraih banyak medali, menjadi legenda seperti Phelps dan Bolt memang luar biasa. Namun, tidak ada perasaan yang lebih sulit digambarkan, daripada kesuksesan meraih medali emas pertama bagi negara. Josep Schooling memberikan emas pertama bagi Singapura, dan Monica Puig untuk Puerto Rico.

Kini, keduanya akan dianggap sebagai pahlawan di kampung halaman, dan untuk alasan yang bagus, Langkah pertama, selalu menjadi kunci, untuk berlanjut ke tingkat lebih tinggi. Kesukesan keduanya, bakal selalu jadi pendorong bagi atlet-atlet muda dari negara mereka.

Samaria yang Murah Hati

Pelari Selandia baru Nikki Hamblin dan Abbey d'Agostino dari AS, tidak memenangkan medali emas di nomor 5 kilometer. Namun, mereka bisa meninggalkan Rio dengan sesuatu yang tak kalah berharga. Ketika Hamblin terjatuh di tengah panasnya cuaca selama lomba, d'Agostino menghampirnya.