David Sitanala, dari Maluku Bidik Prestasi Dunia

David Juliano Sitanala (tengah) bersama Budi Rusman (kiri) dan Dennis van Rhee.
Sumber :
  • VIVAnews/Edwan Ruriansyah
VIVAnews - Pembalap muda asal Maluku, David Juliano Sitanala, coba membangkitkan rasa nasionalisme lewat arena balap. David pun membidik prestasi tertinggi dalam ajang balapan di Valencia, Spanyol, November nanti.

"Jong Ambon Goes to Valencia", itu jargon yang diusung David saat tampil di Negeri Matador, 24-29 November 2014. Meski hanya lewat ajang balapan go kart, David ingin membangkitkan nasionalisme para pemuda di Tanah Air. Jargon itu akan selalu ada di mobil balap David.

"Nasionalisme anak-anak muda sekarang boleh dibilang kurang. Makanya, saya ingin membangkitkan nasionalisme itu lewat balapan. Saya juga sangat bangga lahir dan menjadi orang Maluku," kata David.


Jalan David untuk tampil di pentas dunia bisa dibilang sangat berliku. Pembalap yang kini berusia 15 tahun ini memulai karier dari Humpuss Kart Series 2010/2011 hingga akhirnya menjadi juara umum Indonesia Rotax Max Challenge 2014. Prestasi menjadi juara umum itu mengantarnya untuk mewakili Indonesia tampil di Spanyol di Kejuaraan Dunia Rotax Max Grand Final.


"Dulu saya sempat dilarang membalap oleh orangtua jika nilai rapor merah. Makanya, saya harus menjaga prestasi di arena balap dan tak melupakan sekolah," lanjut putra satu-satunya pasangan Rita Faramay dan Andre J Sitanala ini. "Tampil di Kejuaraan Dunia ini sudah menjadi cita-cita saya sejak dulu."

 

Sebelum tampil di ajang dunia, David akan melakukan "pemanasan" di ajang Asia Max Challenge 125cc di Sirkuit Sepang, Malaysia, 11-12 Oktober 2014. Ini bukan pemanasan biasa, karena David masih berpeluang menjadi juara Asia. Untuk sementara, ia berada di posisi 3 klasemen dan poinnya (367) masih berpeluang untuk mengejar pembalap di atasnya.


"Untuk tampil di ajang Asia dan Dunia ini, kami harus mempersiapkan David dengan sangat baik. Karena kami juga membawa nama baik Indonesia," ucap Budi Rusman, manajer sekaligus mekanik David.


Salah satu persiapan yang digenjot adalah fisik dan mental. Untuk fisik, David ditangani Dennis van Rhee selama 9 bulan terakhir. Dennis juga menjadi pelatih fisik pembalap terkenal Rio Haryanto dan Sean Gelael.


"Fisik dan mental saya harus terus digenjot agar tidak kendor. Itu persiapan saya sebelum tampil di Valencia nanti," tutur David, siswa grade 10 Springfield International School, Cibubur, ini.


Di Valencia nanti, David akan melawan para pembalap dari seluruh dunia yang belum saling mengenal. Makanya, ia sangat realistis dengan hanya membidik posisi 10 besar.  


Bersama tim mekaniknya, ia berharap bisa segera beradaptasi dengan karakter sirkuit di Valencia nanti. Itu akan menjadi salah satu kunci David meraih hasil terbaik. Karena, para pembalap belum saling mengenal kekuatan dan diberikan mobil yang sama. (art)