Rekor Kevin/Marcus Makin Dahsyat di Tengah Pandemi Virus Corona

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
Sumber :
  • PBSI (Badminton INA).

VIVA – Pandemi virus corona yang melanda dunia membuat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) membatalkan banyak kejuaraan. Keputusan itu juga berdampak bagi ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Mereka semakin lama bertengger kokoh di puncak ranking satu dunia. Sampai akhirnya BWF membekukan sementara penghitungan ranking dunia sejak 17 Maret 2020, total sudah 129 pekan Kevin/Marcus berada di puncak.

(Baca juga: Endo/Yuta Sering Bikin Gregetan, Marcus: Ini Bukan Tinju!)

Tapi, jika kemudian dihitung kalender tahunan, pasangan berjuluk The Minions tersebut sudah 144 pekan menguasai kategori putra dunia. Tambahan masih terus terbuka karena BWF belum kunjung memastikan kapan kejuaraan dimulai lagi.

Jumlah itu membuat mereka semakin jauh meninggalkan pemegang rekor sebelumnya, yakni ganda putra Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. Mereka mencatatkan rekor 116 pekan, terhitung sejak 14 Agustus 2014 hingga 9 November 2016.

Sedangkan Kevin/Marcus berhasil menguasai ranking satu dunia sejak 28 September 2017. Dari sana, kedigdayaan mereka belum mampu digoyahkan para pesaing dengan raihan 106.853 poin.

Sementara pesaing terdekat Kevin/Marcus di ranking dunia berasal dari rekan se-negara, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ganda yang dijuluki The Daddies itu tertinggal 9.296 poin.

Menempati posisi satu ranking dunia membuat Kevin/Marcus selalu dibebani target juara dalam setiap turnamen. Diakuinya, hal tersebut nyata, tapi tak lantas membuat mereka kepikiran.

"Pasti tekanan banyak. Makin ke atas makin banyak. Sekarang kita kalau turnamen harus juara. Kalah di final sudah gagal. Karena ini hobi dan pekerjaan dinikmati saja," kata Marcus.

(Baca juga: Kevin/Marcus Kalah di Final Saja Sudah Dianggap Gagal)

Pria yang akrab disapa Sinyo itu berharap dalam waktu dekat ini BWF tetap memutuskan untuk menunda kejuaraan. Karena risiko yang dialami pebulutangkis begitu tinggi.

Akan tetapi, jika nantinya keputusan BWF berkata sebaliknya, Marcus siap menjalani. Toh dia tak bisa berbuat banyak, daripada kena denda atau malah ranking turun.

"Pasti ada rasa khawatir apalagi kita perginya jauh-jauh. Di pesawat juga rentan. Tapi ini udah pekerjaan. Kalau tidak ikut didenda, ranking turun," tuturnya.