Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Kutukan Jepang Kuno Bayangi Olimpiade Tokyo?

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:05 WIB
Foto :
  • Japan Today
National Stadium Tokyo, tempat pembukaan Olimpiade 2020

VIVA – Pada November 2019, tersiar kabar yang meresahkan bahwa tulang 187 tubuh manusia telah digali antara tahun 2013 dan 2015 dari lokasi pembangunan stadion Olimpiade baru di Tokyo. Ternyata area tempat venue dibangun adalah pemakaman Zaman Edo (1603-1868).

Meskipun penemuan itu tidak terlalu mengejutkan karena situs pemakaman tua sering digali selama proyek infrastruktur berskala besar, hal ini sudah cukup untuk menghidupkan kembali legenda urban: kutukan Tokugawa.

Baca Juga

Seperti dilansir dari Japan Times, sekitar 330.000 meter persegi tanah di Sendagaya saat ini di Shibuya Ward, dekat tempat fasilitas Olimpiade seperti stadion baru berdiri, dulunya milik garis keturunan utama keluarga Tokugawa, keturunan Keshogunan Tokugawa yang memerintah Jepang feodal.

Ketika keshogunan digulingkan pada tahun 1868, anggota klan diusir dari Kastil Edo dan dipindahkan ke Sendagaya, sebuah daerah di mana cabang Kishu dari Tokugawas tinggal. Di sinilah Pangeran Tokugawa Iesato, kepala pertama keluarga Tokugawa setelah keshogunan dibubarkan, menetap.

Seorang tokoh kuat dalam politik dan diplomasi Jepang, Iesato adalah presiden komite penyelenggara nasional untuk Olimpiade 1940, ajang yang tidak pernah terwujud karena pecahnya Perang Dunia II. Iesato meninggal pada tahun yang sama dengan turnamen yang seharusnya diadakan di Tokyo dan Sapporo. Kekayaan keluarganya pun dengan cepat menghilang. Tanah luas yang mereka miliki dibeli oleh pemerintah Tokyo pada tahun 1943.

“Ketika berbagai masalah mulai meletus selama persiapan untuk Olimpiade 2020, saya mulai menggali sejarah daerah dan Olimpiade dan menemukan hubungan Tokugawa,” kata Yuki Yoshida, seorang penulis dan peneliti supranatural yang telah menulis artikel tentang apa yang disebut Kutukan Tokugawa.

“Tak perlu dikatakan, saya tidak berharap acara ini akan dilanda pandemi global.”

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler