Atlet Cabor Tinju Akui Sudah Terima Uang Saku SEA Games

Pertandingan Tinju Antar Pelajar
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy
VIVA.co.id - Beberapa hari belakangan, kasus tunggakan uang saku atlet yang diproyeksikan berlaga di SEA Games 2015 mencuat. Namun, masalah ini mulai terpecahkan ketika pihak Kemenpora melalui Deputi IV Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto, menyatakan uang saku untuk para atlet sudah cair.

Hal ini pun dibenarkan oleh atlet dari cabang olahraga tinju. Salah satu petinju yang akan berlaga di SEA Games, Vinky Montolalu, mengaku sudah menerima uang saku yang dijanjikan selama mengikuti pelatnas SEA Games 2015.

"Sudah kok, saya dan teman-teman sudah terima uang saku Januari dan Februari. memang sempat terlambat. Tapi, kami sudah terima," ujar Vinky ketika ditemui di sasana Pertina, kawasan Gelora Bung Karno, Jumat kemarin, 20 Maret 2015.


Terkait besaran uang saku, pihak pemerintah awalnya menjanjikan akan memberikan Rp6 juta kepada atlet kategori Prima selama mengikuti Pelatnas SEA Games. Dalam perkembangannya, pemerintah memutuskan untuk menaikkan uang saku menjadi Rp7,5 juta.


Hanya saja, menurut pernyataan Djoko, Kamis lalu, uang saku yang diterima atlet pada periode Januari hingga Februari jumlahnya masih di kisaran Rp6 juta. Dan sisanya akan diberikan pada periode berikut.


"Uang saku Januari dan Februari kami terimanya Rp5,1 juta (per bulan). Itu sudah dipotong pajak," ungkap Vinky yang merupakan petarung di kelas 64 kg.


Meski persoalan uang saku sudah mulai menemui titik jelas, cabor tinju punya masalah lain yakni terkait rencana pemusatan latihan (TC) di Kuba. Rencana ini sempat terancam batal.


Pasalnya, cabor tinju belum diizinkan secara resmi untuk menggelar TC di Kuba. Belakangan, Kemenpora dan Satlak Prima mulai membuka jalan kepada cabor tinju untuk menggelar TC dan uji coba di luar negeri usai perhelatan Piala Presiden 19 hingga 25 April 2015 di Palembang.


Namun, mereka tak merekomendasikan Kuba sebagai tempat TC dan uji coba jelang SEA Games karena dianggap tak terlalu efektif. "Saya sendiri sebenarnya berharap tetap ke Kuba. Kenapa? Banyak petinju dari berbagai negara berlatih di sana. Jadi, kami tak kekurangan lawan latih tanding. Lagipula, Federasi Tinju di sana sudah sangat mengenal kami," kata pelatih pelatnas Tinju, Husni Ray.


![vivamore="
Baca Juga
:"]





[/vivamore]