Luar Biasa, Legenda Tinju Ellyas Pical Naik Ring Lagi

ellyas pical
Sumber :
VIVA.co.id - Legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical, akan kembali bertarung dalam sebuah laga eksebisi. Pria yang akrab disapa Elly ini akan berhadapan dengan petinju asal Filipina, Feras Taboras, Jumat 5 Februari 2015.

Laga Elly kontra Feras, menjadi duel eksebisi jelang pertandingan utama antara Daud Yordan versus Yoshitaka Kato. Mantan juara dunia tinju di era 80an ini, akan kembali bertarung dalam 2 ronde melawan Feras.

Meski di usia yang sudah memasuki 56 tahun, Elly sama sekali tak takut kembali bertarung di atas ring. Dari gerak tubuh dan sorot wajahnya, Elly justru tampak antusias.


"Buat apa takut, saya tahu saya sudah tua, tapi kenapa mesti takut?" ucap Elly kepada wartawan, Senin 1 Februari 2015.


Di usianya yang sudah senja, pertarungan jelas hal yang sangat berisiko tinggi. Menurut Raja Sapta Oktohari, selaku promotor Daud vs Kato, pihaknya sudah meminta Elly untuk bertarung hanya satu ronde.


Namun, rupanya Elly rindu dengan pertarungan di atas ring. Sehingga mantan juara kelas bantam IBF ini meminta ditambah menjadi dua ronde.


"Om Elly akan bertanding 2 ronde melawan Feras Taboras dari Filipina. Tadinya saya bilang sama Om Elly buat bertanding hanya 1 ronde, tapi beliau bilang 'harus 2 ronde'," ujar Okto kepada para pewarta.


Elly mengaku tak punya persiapan khusus. Ia hanya ikut meramaikan duel Daud vs Kato. Sedikit ia berkomentar soal mundurnya dunia tinju tanah air, dalam beberapa tahun terakhir.


"Saya ini hanya meramaikan saja. Saya ingin adik-adik (junior) saya jadi juara dunia. Saya cuma menyemangati saja. Saya lihat kedua petinju ini punya stamina bagus. Saya cuma lihat itu saja," kata Elly.


"Saya enggak ada persiapan khusus, saya kan cuma jadi pemeriah saja. Tidak ada takut-takut, buat apa takut. Ini kan bukan kejuaraan, cuma pertandingan eksebisi aja."


"Yang jelas saya berharap agar petinju muda ini bisa jadi juara dunia. Dan tidak habis manis sepah dibuang seperti saya. Petinju muda ini banyak yang bagus, fisiknya, tekniknya. Tapi, yang saya lihat begitu-begitu saja mainnya. Jadi, kalau mau jadi juara dunia harus serius," katanya.


Dengan kekuatan pukulan hook dan uppercut kiri, Elly berhasil mencengangkan dunia. Lewat dua senjata andalannya tersebut, Elly berhasil menjadi yang terbaik di dunia dalam perebutan juara IBF kelas bantam junior pada 1985. Petinju tangguh Korea Selatan, Ju-do Chun, jadi korban keganasan Elly saat itu.


Elly kemudian berhasil mempertahankan gelarnya kala menundukkan petinju Australia, Wayne Mulholland di tahun yang sama.


Pada 1987, Elly dipukul jatuh oleh petinju tangguh asal Thailand, Khaosai Galaxy. Kemunduran kariernya dimulai usai ia kalah dari petinju Kolombia, Juan Polo Perez, pada 1989. Dalam pertarungan yang digelar di Virginia, Amerika Serikat, Elly harus rela menyerahkan gelarnya kepada petinju Kolombia tersebut. (one)