Juara Umum PON 2016 Bakal Dapat Trofi Khusus?

Atlet cilik sepatu roda dalam seleksi menuju PON 2016 Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Risky Andrianto
VIVA.co.id
- Kendati baru sebatas wacana, namun PB PON XIX/2016 menyambut baik usulan dari sejumlah provinsi untuk menyediakan piala bagi kontingen atau provinsi yang tampil sebagai juara umum pesta multicabang olahraga yang digelar setiap empat tahun itu.

Usulan piala bagi provinsi juara umum dikemukakan dalam RAT KONI Pusat di Jakarta. Bagi PB PON XIX/2016 usulan tersebut cukup menarik karena jika disetujui semua pihak maka PON XIX/2016 bakal jadi PON pertama yang memberikan piala khusus kepada provinsi juara umum.

"Ada masukan yang disampaikan dalap RAT KONI Pusat di Jakarta, dimana kontingen yang jadi juara umum mendapatkan piala. Selama ini kan memang tidak pernah ada piala bagi provinsi yang jadi juara umum. Cukup menarik dan bisa memberikan kesan lebih jika ada piala atau tanda monumental," papar Ketua Bidang Pertandingan PB PON 2016, Yudha M Saputra.

Meski usulan tersebut cukup menarik, namun Yudha menegaskan hal itu tetap harus dibicarakan dengan jajaran pengurus lainnya di PB PON XIX/2016, terutama dengan Ketua Umum PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan yang juga menjabat sebagai Gubernur Jabar.

Sebab selain diperlukan keputusan dan pemikiran yang matang, pengadaan piala khusus ini juga erat kaitannya dengan anggaran yang sebelumnya sudah diatur sesuai posnya masing-masing. Selain itu kata Yudha diperlukan juga masukan dari para ahli terkait desain piala juara umum ini.

"Semua ini tentu harus kita bahas lebih lanjut. Sebab pialanya tentu harus memiliki makna dan nilai, bukan asal piala atau piala biasa. Yang jelas setiap masukan kita fasilitasi demi kepentingan bersama," ujarnya.

Selain trofi juara umum, juga diusulkan adanya piala bagi daerah atau kontingen yang jadi juara di setiap cabang olahraga. "Jadi selain piala untuk juara umum, juga diusulkan ada piala bagi kontingen yang jadi juara umum di setiap cabor. Berarti akan ada 44 trofi atau piala lainnya. Konsekuensinya pasti kepada anggaran," tambah Aher.