Etape 4, Pembalap TdS Jajal Sangarnya Pendakian Kelok 44

Tour de Singkarak 2016
Sumber :

VIVA.co.id - Tiga etape sudah dilalui para pembalap di Tour de Singkarak 2016. Hari ini, Selasa, 9 Agustus 2016, 85 orang pembalap dari 23 negara melewati rute paling berat dan menantang. Mereka harus menjajal kereta angin di tanjakan tajam dan berbelok, tepatnya di Kelok Ampek Puluah Ampek (44), Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Dilepas dari Pasar Padang Panjang, rangkaian pembalap mulai meninggalkan areal start pada pukul 10.00 WIB. Mengawali balapan, mereka dengan enteng berpacu lantaran melewati jalur turunan ke arah Air Terjun Malibo Anai hingga masuk Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.

Di etape empat ini, terdapat empat titik destinasi wisata yang selama ini ditawarkan. Yang pertama ada Danau Maninjau. Danau ini selain sebagai tempat wisata air, juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar. 

Bisa dipastikan pembalap yang melintas dari tempian Danau Maninjau melihat langsung aktivitas masyarakat. Setelah melintasi tepian Danau yang cukup panjang, pembalap akan dihadapkan dengan ikon Tour de Singkarak lainnya yaitu Kelok 44.  

Di sinilah rute menantang yang harus ditaklukkan para pembalap. Diketahui, Kelok 44 merupakan tanjakan tinggi dengan jumlah 44 kelokan tajam. Lintasan menantang ini disambung dengan tanjakan yang masuk Hors Category yaitu Puncak Lawang yang berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut.   

Puncak Lawang merupakan destinasi wisata alam yang komplet. Selain lokasinya di ketinggian dan berlatar belakang Danau Maninjau, lokasi ini juga sebagai tempat olahraga paralayang. Puncak Lawang ini salah satu unggulan Kabupaten Agam.
 
Melihat klasemen sementara pebalap, Ricardo Garcia dari Kinan Cycling Team sebagai pemimpin klasemen atau pemegang Yellow Jersey bakal mendapatkan tantang dari pebalap yang memiliki spesialisasi tanjakan seperti Amir Kolahdouz dari Pishgaman Cycling Team yang saat ini memegang Polkadot Jersey.   

Selain Amir, Ricardo dipastikan juga akan mendapatkan tekanan dari pembalap Indonesia yang memperkuat Terengganu Cycling Team, Dadi Suryadi. Bahkan, pebalap asal Sumedang, Jawa Barat telah mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih hasil terbaik di etape empat.   

"Untuk etape empat saya sudah siap. Saya akan terus berusaha di rombongan didepan. Ini ada peluang untuk mempertahankan posisi tiga besar," kata Dadi Suryadi saat ditanya kesiapannya untuk menghadapi etape empat.   

Dadi Suryadi hingga etape tiga mampu bertengger diposisi tiga klasemen umum dengan total catatan waktu 8 jam 21,24 menit atau tertinggal 16 detik pemuncak klasemen Ricardo Garcia. Dengan pendeknya selisih waktu ini, peluang untuk terjadi pergeseran cukup terbuka.   

Yang patut diwaspadi di etape empat adalah pergerakan pembalap Pishgaman Cycling Team Iran. Sang juara bertahan ini memiliki pembalap segala medan alias multi talenta. Cepat di lintasan datar dan kuat di tanjakan. Selain pemegang polkadot jersey Amir Kolahdouz, ada juga nama Rahim Emami maupun Reza Hosseini.   

Ketatnya persaingan juga dirasakan oleh Amir Kolahdouz. Pemegang pokadot jersey ini mengaku jika semua pembalap bisa menyodok dan memenangkan perlombaan. Untuk itu pihaknya bersama dengan akan berusaha semaksimal mungkin meraih hasil terbaik.

"Balap sepeda itu sulit karena persaingan selalu ketat. Makanya semuanya bisa terjadi," kata Amir Kolahdouz.   

Etape empat ini bisa dikatakan sebagai etape penentuan. Siapa yang akan finish di urutan terdepan di Puncak Lawang maka berpeluang besar memegang Yellow Jersey atau pemimpin klasemen kejuaraan yang memasuki tahun kedelapan pelaksanaannya itu.