Kisah Tragis Lin Dan Sebelum Pensiun dari Bulutangkis

Tunggal putra China, Lin Dan.
Sumber :
  • Instagram: lindan.world

VIVA – Raja raksasa bulutangkis dunia, Lin Dan memutuskan pensiun. Ia mengumumkan gantung raket pada Sabtu, 4 Juli 2020 melalui media sosial. 

Lin Dan sudah berkarier selama 20 tahun. Beberapa prestasi pun ia torehkan, dari dua kali peraih emas di Olimpiade hingga lima kali juara dunia. 

"Dari tahun 2000 sampai 2020, setelah 20 tahun saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional. Sangat sulit untuk mengatakan dengan lantang," kata Lin Dan dikutip dari Xinhua. 

Meski telah menyatakan pensiun, ada cerita miris dari karier Lin Dan. Ia mengalami masa-masa sulit sebelum memutuskan gantung raket. 

Sejak awal tahun 2020, Lin Dan masih berlaga di berbagai turnamen, namun tak satupun meraih gelar juara. Parahnya lagi, ia selalu keok di babak 32 besar.

Dimulai dari BWF World Tuour Super 500, Malaysia Masters 2020 yang dilangsungkan 7-12 Januari, Lin Dan keok di tangan tunggal putra Denmark, Jan O Jorgensen dua game langsung.

Turnamen kedua, BWF World Tour Super 500, Indonesia Master 2020 yang dilangsung 14-19 Januari, Lin Dan juga tumbang di tangan raja superseries, Viktor Axelsen. Kala itu Lin Dan juga diamuk dua game langsung.

Berlanjut ke BWF World Tour Super 300, Thailand Masters 2020 dilangsungkan 21-26 Januari, Lin Dan dihabisi pebulutangkis Hong Kong, NG Ka Long Angus. Ia juga tumbang dua game langsung.

Lin Dan baru bisa tembu ke babak 16 besar BWF World Tour Super 1000 All England Open 2020 dilangsungkan pada 11-15 Maret 2020, kala itu ia berhasil mengalahkan pebulutangkis Thailand, Kunlavut Vitidsarn lewat drama rubbergame di babak 32 besar.

Nasib tragis dialami Lin Dan, di babak 16 besar ia harus bertekuk lutut di hadapan Chen Long. Kala itu Lin Dan kalah dua game langsung.

Belakangan diketahui, Lin Dan mengungkapkan alasannya untuk pensiun. Ia realistis bahwa tak bisa dipungkiri faktor fisik dan cedera membuatnya mengambil keputusan tersebut. 

"Di usia 37 tahun dan kondisi fisik serta cedera membuat saya tidak lagi memungkinkan untuk bersaing. Ada rasa terimakasih, keengganan dan frustrasi. Saya berharap dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga saya dan juga mencari 'kompetisi' baru," ucapnya.

Sekadar informasi, di sektor tunggal putra bulutangkis, Lin Dan menjadi salah satu 'Top Four Kings'. Tiga lainnya adalah, Taufik Hidayat (Indonesia), Peter Gede (Denmark), Lee Chong Wei (Malaysia).

Baca juga: Duh, Aksi Bidadari Bulutangkis Australia Pamer Tubuh Seksi Bikin Ngilu