Sinta Nuriyah
- itoday.co.id
Aktivitas Sinta tak jauh berbeda dengan suaminya yang lebih super sibuk lagi dalam hal berorganisasi. Sinta selalu mendampingi suaminya dengan setia. Tak hanya menjaga fisik, tapi juga ikut membantu dan memahami pemikiran-pemikiran Gus Dur yang acap kali dibilang "kontroversial".
Mulai mendampingi Gus Dur sebagai aktivis, pemikir, ketua PBNU, hingga menjadi Presiden RI ke-4. Sinta tetap konsisten seperti suaminya yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebebasan.
Bersama organisasi-organisasi perempuan, Sinta mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati yang memiliki arti "Pesantren Untuk Pemberdayaan Perempuan" pada 3 Juli 2000, namun baru beroperasi pada tahun 2001, untuk menghindari menghindari kemungkinan timbulnya persepsi buruk di masyarakat, sebab tidak mau dikatakan memanfaatkan kedudukan Ibu Negara untuk mendirikan yayasan.
Sinta tak hanya bersuara untuk orang lain, tapi dia juga tetap mengembangkan dirinya dengan kuliah hingga S2. Ia berhasil menyelesaikan jenjang S2 pada Program Studi Kajian Wanita Universitas Indonesia pada 1999. Pada saat semester 4 sempat mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkannya harus banyak beraktivitas di atas kursi roda, namun tak menyulutkan semangatnya untuk menyelesaikan pendidikannya.
Bahkan setelah suaminya wafat, Sinta tetap seperti yang dulu. Dia tak pernah lelah menyuarakan kebebasan beragama dan membela hak-hak konstitusional kelompok minoritas. Sinta diapresiasi sebagai srikandi pemberdayaan perempuan.
BIODATA
| Nama Lengkap | : Dra. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum |
| Jenis Kelamin | : Perempuan |
| Tempat Tanggal Lahir | : Jombang, 8 Maret 1948 |
| Agama | : Islam |
| Jabatan | : Ibu Negara 1999-2000 |
| KELUARGA | |
| Nama Suami | : Abdurrahman Wahid |
| Anak | : Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa) |
| Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny) | |
| Anita Hayatunnufus (Nita) | |
| Inayah Wulandari (Ina) |
PENDIDIKAN
- SD, Jombang
- SMP, Jombang
- Mualimat, Jombang
- Program S-2 Studi Kajian Wanita, Universitas Indonesia, Depok
KARIER
- Wartawan, tahun 1980-1985 di Majalah "Zaman".
- Pendiri dan Pimpinan Yayasan PUAN Amal Hayati, 2000 anggota Kongres wanita Indonesia (Kowani)
- Anggota Komite Nasional Kedudukan Wanita Indonesia (National Commission on the Status of Women).
- Ibu Negara, 1999-2001