Tamara Bleszynski
- VIVAnews/Beno Junianto
Bintang Tamara di dunia sinetron makin bersinar. Sahabat Cindy Claudia Harahap ini membintangi puluhan sineton dalam masa jayanya. Nama Tamara makin berkibar dalam sinetron Do'a Membawa Berkah (2000), Wah Cantiknya (2001) dan Hikmah (2004).
Sinetron Hikmah merupakan sinetron terlaris Tamara yang dinilai paling sukses, bahkan digandrungi hingga ke mancanegara. Sinetron ramadan yang ia bintangi melangang hingga ke jiran Malaysia. Berkat perannya dalam sinetron inilah Tamara berhasil meraih Best Favorite Actress 2004 dan 2005. Sepanjang kariernya Tamara sempat disebut-sebut memiliki honor tertinggi dan menjadi ikon sinetron ramadan Indonesia.
Beragam peran yang ia mainkan di antaranya Opera SMU (2002), pecandu narkoba di Ikhlas (2003), pelatih sepak bola di Goal (2005), hingga karakter komedi di Cinta itu Nggak Buta (2007) atau karakter dongeng di Putri Cantik (2004). Perannya dalam FTV Di Balik Jendela Astrid (2002) juga sempat menarik perhatian.
Selain sinetron ia menjajal kemampuan dalam film. Issue (2004) menjadi debutnya, disusul dengan Big Day (2006). Pada tahun 2008. Tamara kemudian melebarkan sayapnya ke negeri seberang dengan memainkan peran Rrama dalam Cicakman 2: Planet Hitam. Di akhir tahun 2009 Tamara kembali dan membuat kejutan dalam film ber-genre slasher (pertama di Indonesia) dalam Air Terjun Pengantin. Penampilannya yang menggunakan bikini sempat menuai protes dari berbagai pihak, namun Tamara membantah hal itu hanya untuk menaikkan popularitasnya yang sempat meredup. Dia mengaku merasa tertantang berperan dalam film ini.
Tak selesai sampai di situ. Tamara juga menjajal kemampuan dalam seni peran teater. Beberapa puisi ia bacakan dalam beberapa kesempatan. Selain Julio Caesar (1997), ia juga berperan dalam Dengan Kasih Sayang (2002) dan Musang Berjanggut (2003). Terakhir, ia menjadi salah satu artis yang membacakan puisi Sajak Sebatang Lisong pada Indonesia Membaca Rendra (2009) untuk memperingati hari kematian WS Rendra.
Kehidupan Pribadi
Kehidupan pribadi Tamara tak pernah sepi permberitaan. Di awal ketenarannya, publik mendapat berita perpindahannya keyakinan agama Tamara. Perempuan blasteran Polandia-Sunda ini mengaku sudah sangat tertarik dengan Islam sejak berdiam di Australia. Setelah mengamati ibadah salat dan puasa serta mempelajari Islam, Tamara yang awalnya memiliki keyakinan sama dengan ayahnya resmi memeluk agama yang sama dengan sang ibu pada 1995.