Viral Bajing Loncat Terekam Curi Tabung Gas di Tanjung Priuk

Bajing Loncat Terekam Curi Tabung Gas di Tanjung Priuk
Sumber :
  • Tangkapan Layar

Jakarta – Baru-baru ini beredar sebuah video di sosial media yang memperlihatkan dua pelaku bajing loncat (Bajilo) yang melakukan aksi pencurian tabung gas dengan berat tiga kilo dari sebuah truk pengangkut gas di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Video itu diunggah oleh akun Intagaram @.jakut.info dan viral.

“NEKAT! BAJILO CURI 2 TABUNG GAS DARI TRUK DI JAKUT.” Tulis keterangan akun pengunggah.

Bajing Loncat Terekam Curi Tabung Gas di Tanjung Priuk

Photo :
  • Tangkapan Layar

Berdasarkan rekaman video yang direkam oleh pengendara mobil yang melintas di lokasi, memperlihatkan dua pelaku bajilo sedang mencuri tabung gas dari truk yang sedang berhenti dan terkena macet.

Salah satu pelaku yang mengenakan jaket hijau terlihat sedang membawa kabur dua buah tabung gas dan menyebrang jalan. Sementara itu, satu pelaku lainnya terlihat sedang berada di atas truk dan sedang berusaha mengambil tabung gas untuk dibawa.

Lantas video itu mengundang banyak reaksi netizen dalam kolom komentar yang geram dengan tindakan bahaya yang dilakukan oleh bajing loncat di Tanjung Priuk.

Jam"sore pas macet dan magrib emang rawan di situ..hati"buat yg suka maen hp di mobil yg kacanya dibuka pas macet.” Tulis netizen dalam kolom komentar.

udah ga heran di sini mah, apalagi sopir mobil kecil seperti box, tidak ada ac, buka jendela main hp santapan empuk untuk di rampas,.” Ungkap netizen lainnya.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat laporan dari korban pencurian gas. Namun demikian, pihaknya sedang menyelidiki dan mengidentifikasi pelaku di video.

"Video viral pencurian tabung gas di wilayah Tanjung Priok kita akan melakukan penyidikan kepada kasus tersebut, secara visual memang seperti nyata bahwa ada tindak pencurian," Kata Gidion.

"Kita belum mendapatkan laporan dari pemilik tabung kita, itu pun kita tidak perlu menunggu laporan, mengindetifikasi CCTV untuk mengetahui pelaku dari, belum diketahui kapan hari terjadi," Pungkasnya.