Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat

Para santri di Pesantren Mirrozatul.
Sumber :

VIVA – Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat rela menyusuri daerah Lombok Barat untuk mencari pesantren yang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan program bantuan sarana publik.
 
Untuk itu, Rumah Yatim pun bekerjasama dengan Komunitas NTN. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat yang membutuhkan. Akhirnya, didapatlah satu tempat yakni Pesantren Mirrozatul yang ada di daerah tersebut.
 
Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, sesudah mendapatkan informasi, Rumah Yatim beserta Komunitas NTN pun langsung menuju tempat tersebut untuk bersilaturahmi dan meninjau lokasi. Agar mengetahui sejauh mana pesantren tersebut layak untuk mendapatkan bantuan dari para donatur Rumah Yatim. “Kemarin kami hanya bersilaturahmi saja, memastikan apakah informasi yang kami dapatkan benar atau tidak,” ujar Amir.
 
Selanjutnya, ia memaparkan, kondisi pesantren tersebut memang layak untuk dibantu. Dari segi fisik bangunan, jauh dikatakan layak sebagai pesantren yang menampung 70 santri. Santri-santri itu saat ini tidur di dalam satu kamar dengan jumlah 20 santri per kamar. Dari segi pembiayaan, pesantren ini hanya mengandalkan subsidi silang dari santri yang mampu. Sedangkan santri yang mampu hanya segelintir orang, kebanyakan santri tidak mampu.
 
Pihak pesantren pun sudah mencari bantuan. Namun, semuanya tidak ada tanggapan. Dari 40 guru yang mengajar anak-anak, bersisa 10 orang saja yang masih bertahan. Karena itu, pihak Rumah Yatim pun sangat menyayangkan hal tersebut. Bangunan yang seharusnya pantas untuk mencetak generasi-generasi islami yang unggul, tapi semua fasilitasnya sangat terbatas.
 
Amir dan tim pun memiliki banyak rencana selain membantu dalam program sarana publik dan ke depannya menjadi mitra Rumah Yatim. “Mungkin kami harus menyiapkan rencana anggarannya terlebih dahulu untuk membantu sarana dan pra sarana mereka. Selanjutnya, insha Allah kami akan menjadikan mereka mitra,” papar Amir. (Tulisan ini dikirim oleh Enuy Nuryati)