Musuh Terbesar Negeri Ini: Kemiskinan dan Kebodohan

Ilustrasi/Pengemis
Sumber :
  • REUTERS

Sebagai contoh di Kota Depok, Jawa Barat, dimana keberadaan para pengemis, gelandangan dan pengamen sering kali mendapat perlakuan kasar dan bahkan tidak manusiawi dari petugas Satpol PP ketika melakukan penertiban terhadap mereka yang dianggap seperti sampah jalanan yang mengotori wajah kota. Bahkan sering kali mereka dipukul petugas jika menolak di angkut dan di bawa ke dinas sosial untuk dilakukan rehabilitas dan pembinaan.

Tapi sayangnya pembinaan yang dilakukan pemerintah Kota Depok belum secara maksimal dikerjakan dengan baik dan bahkan terkesan argumentasi petugas ketika menertibkan gelandangan, pengemis dan pengamen hingga para pedagang kaki lima (asongan dan kelontongan) dengan alasan karena mereka dianggap melanggar peraturan pemerintah tentang ketertiban umum guna untuk menekan angka tindak kriminalitas dan kejahatan di jalanan. Padahal mereka itu hanya mencari sedikit rezeki dari orang lain yang merasa iba/kasihan terhadap mereka tanpa sama sekali melakukan tindakan kriminal ataupun kejahatan kepada orang lain.

Selain itu, sering kali setiap mereka ketangkap petugas Satpol PP untuk dilakukan pembinaan di dinas sosial, setelah dikarantina mereka akan balik kembali menjadi gelandangan, pengemis, dan pengamen di jalanan. Karena faktanya, setelah mereka keluar dari pembinaan yang dilakukan dinas sosial tersebut tidak lantas mengubah kehidupan mereka (pengemis, gelandangan dan pengemen) lebih baik dan layak sebab pembinaan yang dilakukan terhadap mereka itu hanyalah sebatas bimbingan dan arahan saja, tanpa dibekali dengan keahlian tertentu sesuai potensi diri yang dimiliki mereka.

Seharusnya pembinaan yang dilakukan dinas sosial itu tidak dapat menjembatani mereka kepada suatu profesi pekerjaan tertentu sesuai kemampuan yang dimiliki mereka. Seperti penyediaan lapangan kerja, keterbukaan akses informasi lowongan kerja, atau dengan pemberian permodalan usaha mandiri yang diberikan kepada mereka untuk menjalankan dan mengembangkannya dengan tetap di bawah monitoring oleh dinas terkait.

Namun yang lebih ironis dan mirisnya adalah, anak-anak yang di terlantarkan dan di ekploitasi oleh kedua orang tuanya untuk menghasilkan uang dengan cara mengemis. Bayangkan, anak-anak seusia mereka itu seharusnya dibesarkan dengan pendidikan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tapi mereka dibesarkan dengan penuh tekanan dari kedua orang tua untuk menghasilkan uang di jalanan. Bahkan tak jarang mereka menerima siksaan dari kedua orang tuanya jika menolak atau tak menghasilkan uang dari hasil mengemis, seperti memukul dan bahkan sampai tidak memberinya makan.