Perjalanan Hidupku Menyedihkan

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Aku menginginkan kembali ke Pekanbaru, Riau, dengan membuka usaha pangkas rambut dengan konsep sendiri. Pertanyaannya, mengapa harus di Pekanbaru? Apakah di Padang Sidempuan tak bisa dibuka? Bisa! Tapi kalau di Padang Sidempuan peputaran ekonomi sangat lambat, bahkan jalan di tempat. Hanya bisa untuk makan saja.

Aku sudah menikah, dan kisah asmara kami tergolong unik. Pertama sekali menginjakkan kaki di Padang Sidempuan, aku berjumpa dengannya. Tepatnya di tempat jualan sarapan pagi milik ibunya. Saat itu aku diajak oleh teman sarapan di sana dan berjumpa saat dia mau berangkat ke sekolah. Pada pandangan pertama itu terbersit di hati kalau suatu saat nanti dia bakal menjadi istriku. Mungkin hanya pertemuan singkat, aku tak begitu peduli. Tapi beberapa tahun kemudian terdengar kabar kalau dia sudah menikah dengan kekasihnya.

Sangat disayangkan, pernikahan dia hanya bertahan setahun saja. Setelah mempunyai anak mereka bercerai, mungkin karena pernikahan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua dari kedua belah pihak yang menyebabkan ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Entah karena sudah jodoh atau apa, kami pun kembali bersua di awal tahun 2012.

Pada saat itu ada undangan pernikahan dari sahabatku. Awalnya aku malas datang sendirian karena tak ada yang menemani, tapi saat aku lihat dia sedang ngobrol di warung jualan lontong dengan tetangganya, akhirnya dengan memberanikan diri aku pun bertanya apakah dia mau menemaniku ke pesta pernikahan tersebut. Ternyata dia bersedia menemani. Lucunya, di acara pesta itu banyak sekali yang bertanya siapa dirinya. Tanpa sadar aku menjawab kalau dia adalah istriku, padahal kami belum menikah.

Entah siapa yang duluan memulai, hubungan kami berlanjut menjadi serius sampai setahun kemudian kami pun menikah. Pada saat selesai akad nikah terjadi peristiwa kebakaran tidak jauh dari lokasi acara kami. Saat itu muncul desas-desus kalau peristiwa kebakaran itu ada unsur sabotase dari keluarga mantan suami pertama istriku. Tetapi biarpun demikian, acara kami tetap berjalan sebagaimana mestinya.