Maut Membawa Cintaku Pergi

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Curhatan ini dari temanku yang bernama Alivah. Dia menceritakan tentang kisah cintanya yang harus dipisahkan oleh maut.

Selamat malam Ian, aku ingin cerita tentang kisah cintaku yang harus terpisah oleh maut. Kedengaranya ngeri banget kan? tapi itulah yang aku rasakan. Aku kehilangan pacarku saat aku menempuh ujian nasional tiga tahun lalu.

Dia meninggalkan aku untuk selamanya karena gegar otak setelah mengalami kecelakaan sepulang mengantar aku ke rumah. Waktu itu aku baru saja jalan sama dia, sesampainya di rumah dia langsung izin pulang karena ada sesuatu yang akan dikerjakan. Akhirnya aku izinkan dia pulang, meski aku tahu kondisi dia sebetulnya lelah sekali.

Aku benar-benar tidak menyangka Ian, waktu terakhir dia mengantarkanku ternyata itulah saat terakhir aku bisa bersamanya. Sungguh aku tidak menyangka kalau telepon yang malam-malam berbunyi adalah dari mamanya Ego, pacarku. Dia ingin memberi tahu kalau Ego mengalami kecelakaan. Aku menyesal banget Ian, karena malam itu aku tidak mengangkat teleponnya dan aku baru mengetahui kalau Ego mengalami kecelakaan dari temanku.

Pagi itu juga aku langsung berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ego. Ternyata dia dirawat di ruang ICU, dia mengalami luka yang sangat parah di bagian kepala. Aku sedih banget melihatnya dan entah mengapa hanya pikiran buruk yang ada di otakku setelah melihat keadaan Ego saat itu.

Ternyata benar, apa yang aku takutkan menjadi kenyataan. Setelah dua hari Ego dirawat di ruang ICU, Tuhan memanggil dia. Ego meninggalkan aku, Ego meninggalkan keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Dan sejak itu Ian, aku menjalani hidupku tanpa Ego.

Tamat SMA, aku memutuskan untuk meninggalkan Kota Klaten dan kuliah di Semarang. Aku bermaksud supaya aku tidak memikirkan dia lagi, karena aku sadar dia sudah benar-benar pergi. Awal-awal kepergian dia aku tersiksa sekali, hidup ini rasanya hampa. Tak ada lagi orang yang selalu menyanyikan lagu-lagu cinta untukku. Setiap malam aku enggak bisa tidur, dulu Ego selalu telepon dan dia menyanyikan lagu milik Glen Fredly, Kasih Putih. Dan anehnya Ian, setiap dia selesai menyanyikan lagu itu, aku langsung bisa tidur.

Tapi sekarang suara itu tidak ada lagi. Tidak ada lagi suara yang membuatku tenang. Sekarang, tiga tahun sudah aku lalui hidup tanpa Ego. Rasanya sedih banget Ian. Meskipun sekarang alam dia sudah berbeda, tapi aku yakin dia bahagia di sana. Sampai sekarang pun aku masih sulit untuk menerima kehadiran pria lain di hatiku, karena aku masih menyayangi Ego. Bahkan, malam ini pun aku kangen banget sama dia. Aku berharap dia akan hadir di mimpiku malam ini. Buat Ego tersayang, "Aku akan tetap menyayangimu." (Cerita ini dikirim oleh Ian Wicaksana, Klaten)