Lima Tips Menjadi Pribadi yang Menyenangkan

Ilustrasi menjadi pribadi yang menyenangkan
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Manusia adalah makhluk sosial, yang artinya tidak bisa hidup sendiri. Kita memerlukan orang lain untuk bersosialisasi, berinteraksi, dan membuat hidup berwarna dan sempurna. Dalam pergaulan dengan semua jenis orang tentu akan banyak kendala dan masalah yang dihadapi karena karakter dan sifat masing-masing orang berbeda.

Terlepas dari semua itu, yang paling terpenting adalah bagaimana kita bagi orang di sekitar kita. Kita perlu menjadi pribadi yang menyenangkan agar kita disukai semua orang, agar kehadiran kita selalu dinantikan semua orang bukan malah dihindari orang lain. Berikut ini adalah lima tips yang aku lakukan untuk menjadi pribadi yang menyenangkan:

1. Pandai bersyukur tidak banyak mengeluh

Di sini artinya aku selalu bersyukur dan aku wujudkan dengan tidak banyak berkeluh kesah terlebih di hadapan orang sekitarku. Apa jadinya jika orang yang aku temui hanya terus menerus mendengar keluh kesahku. Bukankah mereka juga akan “enek” dan merasa bosan terus menerus menjadi pendengar keluhan dan keluhan saja. Dengan mengawali diri menjadi pribadi yang bersyukur, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita pun juga akan baik. Bahkan akan menjadi penguat bagi orang lain. Sehingga keberadaan kita akan menyenangkan dan memberi kesejukkan bagi orang lain. Tentu ekspresi wajah kita juga akan berbeda, antara yang penuh syukur dan yang penuh keluh kesah.

2. Tidak selalu mendominasi pembicaraan

Dalam berkomunikasi dengan orang lain tentu kita juga harus menempatkan diri sebaik-baiknya agar orang lain nyaman dengan kehadiran kita. Saat terlibat pembicaraan, alangkah baiknya jika kita juga saling memberi dan menerima. Jadi bukan hanya kita saja yang terus berbicara, tapi berilah diri untuk mau mendengar. Menajdi pendengar yang baik sampai orang lain selesai menyampaikan maksudnya. Tentu situasi pembicaraan akan menyenangkan jika masing-masing pihak menerapkan pola komunikasi yang baik ini. Dengan demikian kita telah menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang lain dan mereka akan suka berinteraksi dengan kita.

3. Selalu mengembangkan pola pikir positif

Hal ini perlu sekali dalam kita menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan selalu berpikir positif, maka kita akan memandang segala sesuatu dari segi baiknya. Jika kita memandang dari sisi baiknya, maka kita akan bersinar karena kita berbeda dari kebanyakan orang. Berpikir positif dapat menumbuhkan sikap menghargai dan menghormati orang lain karena kita mampu melihat alasan terbaik seseorang melakukan sesuatu dengan tidak memberikan cap buruk dengan buru-buru. Orang yang berinteraksi dengan kita akan dapat melihat kita memiliki pikiran yang baik dan positif, dan tentu ini akan membuat orang lain merasa nyaman.

4. Memiliki sikap hati yang tulus dan ikhlas

Dalam berinteraksi dengan orang, kita juga harus membekali diri dengan sikap yang tulus dan ikhlas, yang artinya kita tidak mengedepankan keuntungan kita saja atau mempunyai pikiran “apa yang aku dapatkan” tetapi mampu berpikir “apa yang bisa aku berikan”. Dengan ketulusan dan keikhlasan yang selalu menyertai langkah kita maka orang akan sangat nyaman berada di dekat kita. Keberadaan kita membuat kelegaan dan kesejukan bagi orang lain.

5. Jujur dan apa adanya

Dengan selalu bertindak jujur dan natural (tidak dibuat-buat) maka yang kita lakukan semuanya akan baik. Orang akan lebih memahami kita karena kita tidak melakukan peran ganda (bermuka dua) dan tidak plin-plan. Jika iya katakan iya, jika tidak katakan tidak. Dengan memiliki prinsip yang demikian, kita akan mudah dipercaya dan bisa selalu diandalkan.

Dengan mengembangkan terus menerus ke lima tips di atas niscaya hubungan kita dengan orang lain akan semakin menyenangkan. Kita akan membuat orang lain merasa senang dan tenteram bersama dengan kita. Kehadiran kita merupakan obat dan penyejuk bagi semua orang. Apa kita tidak ingin seperti itu? Jika ingin, mulailah lakukan semua itu sekarang juga, jangan ditunda. (Tulisan ini dikirim oleh Merry_mirthasari)