Suka Duka saat Ikut Bermain Teater

Pertunjukan Teater.
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Ironisnya, setelah saya berperan sebagai pembantu raja, sewaktu TK saya menjadi lebih dikenal sebagai "Stefanus yang berperan sebagai pembantu". Nama Stefanus ini sudah terlalu mainstream, di TK saya saja yang punya nama depan ini ada lima orang. Ada teman saya yang ngomong ke mama-nya, "Ma, tadi aku makan bareng Stefanus", Si tante pun bertanya, "Stefanus yang mana ya Nak?" "Itu ma, Stefanus yang waktu pentas teater jadi pembantu." Jadilah saat di TK saya lebih terkenal sebagai "Stefanus si pembantu".

Di Sekolah Minggu pun, saya lumayan sering main teater. Tapi entah kenapa, saya selalu kebagian peran yang 'butut'. Pernah satu kali menjelang Paskah, saya ikutan pentas teater tentang "4 Bejana". Jadi cerita teater ini tentang 4 bejana. Bejana pertama adalah bejana yang terbuat dari emas dan dikagumi oleh banyak orang. Bejana kedua adalah bejana yang terbuat dari perak dan bejana ketiga terbuat dari tembaga. Ceritanya ketiga bejana itu adalah bejana yang laku dijual. Dan kalian tahu enggak saya kebagian jadi apa? Saya kebagian jadi bejana keempat yang terbuat dari tanah liat alias bejana paling "butut".

Entah karena saya memang kalah ganteng dengan yang lain, atau ini bentuk “pembalasan” guru-guru Sekolah Minggu karena saya anaknya nakal sampai saya dijadiin bejana tanah liat. Sudah diceritain paling jelek, bejana ini juga hobinya ngeluh.

Beranjak ke SMP, saat sedang ada acara pentas teater, setiap kelas diwajibkan bikin pentas teater yang ceritanya harus diambil dari cerita-cerita di Alkitab. Saat itu kelas saya mengambil cerita "5 Gadis Pintar dan 5 Gadis Bodoh", dan dengan kejinya saya dikasih peran sebagai satu dari lima gadis bodoh. Sudah kebagian peran waria, saya dijadikan bagian dari gadis bodoh pula.

Saat itu saya di make-up tebal oleh teman cewek saya yang suka dandan. Demi teater ini, saya rela-relain pakai kemben yang sengaja diturun-turunin sampai lekukan dada saya kelihatan. Dan sekarang, entah teman-teman satu angkatan saya narsis atau memang gila tampil semua, mereka kompak mau bikin teater lagi buat Paskah bulan ini.