Kisah Cinta Ini Berawal dari Ospek
- U-Report
Dua bulan berjalan aku pacaran dengan Kakak BEM tersebut, tiba-tiba teman-temanku menagih janjinya. Aku lupa bahwa dulu aku pernah bilang aku tak suka dengan pria itu. Akhirnya aku menepati janjiku dengan mentraktir makan-makan mereka, untung habis gajian. Ya, mungkin itu yang dinamakan kemakan omongan sendiri.
Setelah berjalan tiga bulan, aku diajak Kakak BEM itu untuk melakukan pendakian di Gunung Lawu. Dan kebetulan, dia pun ketua pecinta alam kampus. Nama pecinta alamnya itu Argopala (Asosiasi Universitas Bojonegoro Pecinta Alam). Akhirnya kita pun melakukan pendakian bersama di Gunung Lawu. Sepanjang pendakian kita kehujanan, pakaian basah, kering, basah, kering, tapi akhirnya kita menikmati keindahan alam tersebut.
Tiga hari kita melakukan pendakian, dan setelah melakukan pendakian kita pun pulang. Dan sejak saat itu sampai sekarang, rasa sayangku semakin bertambah. Sampai kita memasuki ke arah serius dalam hubungan kita. Orangtuaku dan orangtuanya bertemu. Alhamdulillah, kita mendapatkan restu dari kedua orangtua kita. Dia sekarang sudah menjadi Sarjana Ekonomi dan ditarik menjadi Asisten Dosen di Univertas Bojonegoro, kemudian melanjutkan kuliah S2-nya di Surabaya.
Aku pun melanjutkan kuliahku agar aku juga bisa mendapatkan gelar Sarjana Hukum. Kita berencaa untuk melakukan pernikahan dua tahun lagi setelah aku mendapatkan gelar Sarjanaku. Setiap kali kita bertemu, kita bernostalgia tentang awal-awal bagaimana kita bertemu. Lucu memang cerita cintaku dengannya, seperti sudah direncanakan padahal sama sekali tidak.
Saat itu dia bilang bahwa ketika aku diantarkan pulang sewaktu Ospek, dia foto dengan menggunakan ID-cardku yang waktu itu aku pakai Ospek. Sampai semua teman-temanku berkata kepadaku, "Lucu kisah kalian, tak ada unsur kesengajaan, tapi seperti disengaja, sekenario Tuhan itu asyik ternyata". Sampai sekarang hubungan kita berjalan mendekati dua tahun. Banyak yang bilang kita ini pasangan travelling karena memang hobi kita jalan-jalan.
Kenapa aku bilang dia istimewa, karena dia tak pernah marah kepadaku. Jika dia tak suka dengan tingkahku, dia selalu memberi contoh antara baik dan buruk setelah itu menasehati dengan berbagai contoh. Dia tak melarang aku, tapi jika dia tak suka dia hanya bilang, "Itu bagus Dek, tapi lebih bagusnya lagi kalau kamu kaya begini....." Nasehat-nasehat dan berbagai leluconnya yang membuat aku semakin sayang dan kagum. Setiap aku cemburu, dia selalu memberiku keyakinan yang penuh ketulusan.