Angels and Demons

Angels & Demons
Sumber :

Jangankan mereka, saya saja yang dipanggil namanya juga bengong. Kaki saya terasa berat banget. Sebenarnya saya enggak mau banget ke depan, tapi Pak Sony terus memanggil nama saya. Akhirnya saya beranjak ke depan sambil diikuti dengan ratusan tatapan mata yang memperhatikan. Saya sudah siap mental kalau Pak Sony ngomong, "Stefanus kamu masih utang satu baju ke saya ya. Baju saya melar karena kamu tarik-tarik pas dulu main bola."

Ternyata kalimat pertama yang keluar dari mulut beliau adalah, "Wah, enggak nyangka kita bisa ketemu di sini." Jangankan bapak, saya juga enggak nyangka. Saya percaya ada ratusan ribu pendeta di negara ini, tapi kok bisa-bisanya bapak yang jadi pembicara di sini,” gumam saya dalam hati. Setelah saya di depan, dia juga menunjuk satu orang buat maju ke depan. Dan kebetulan yang dia tunjuk juga namanya Stefanus. Bedanya dia Stefanus Adrian dan saya Stefanus Sani.

Kebetulan saat itu Pak Sony lagi bawa firman tentang kuasa terang dan kuasa kegelapan. Pak Sony sempat bertanya kepada semua yang hadir, "Kalau saya jadiin Stefanus yang ini (sambil menunjuk ke saya) sebagai kuasa kegelapan, kalian setuju?" Tanpa dikomando semuanya langsung menjawab, "Setujjjjjjjjjjjjjjuuuuuuuuuuu!!" sambil cengengesan. Entah dosa apa saya ke mereka sampai saya dijadikan kuasa kegelapan dan mereka pada setuju semua.

Pak Sony langsung melanjutkan khotbah. Dia pegang tangan kiri saya dan pegang tangan kanan si Stefanus Adrian. Stefanus Adrian saat itu dijadikan sebagai kuasa terang (malaikat) dan gue adalah setannya. "Jadi ketika kita bertobat, Tuhan akan membenturkan kuasa kegelapan dalam diri kita kepada kuasa terang." Pak Sony bicara begitu sambil menarik saya dan menarik tangan Stefanus Adrian seperti mau membenturkan. "Saat benturan terjadi, tentu kuasa Tuhan akan mengalahkan si jahat karena kita adalah lebih dari pemenang. Sekarang saya minta kuasa kegelapan maksudnya Stefanus yang ini (nunjuk saya) untuk berbaring di atas mimbar."

Sebentar, sebentar. Saya Stefanus Sani, umur sudah 25 tahun, sudah punya job yang lumayan banget sekarang harus berbaring di atas mimbar di hadapan ratusan orang? Saya mencoba berbisik ke Pak Sony, "Om, beneran ini saya harus jatuh?" "Ya benar dong, karena kuasa kegelapan (setan) telah dikalahkan dan kuasa terang (malaikat) telah ditinggikan." Nasib, nasib. Sudah dijadiin setan yang dikalahkan, sekarang saya harus berbaring di atas mimbar.