Mata Sembab dan Satu Lembar Tisu Kusut

Aku dan sahabatku
Sumber :
  • U-Report

Pernah suatu hari ketika aku sedang ada rezeki, aku pergi ke minimarket yang lumayan jauh dari desaku. Aku kabur membawa motor kakakku sambil melawan derasnya hujan, tanpa memakai helm. Di minimarket, aku membeli beberapa cemilan dan cokelat untuk Jody. Kemudian aku kembali pergi ke rumah dan mampir ke pesantren lebih dulu. Aku menitipkan sedikit cemilan yang sudah kubeli kepada temanku yang satu asrama dengan Jody.

Keesokan harinya di kelasku, "Yus ini, Jody menolak mentah-mentah," kata Riana, temanku yang satu asrama dengan Jody sambil memberikan cokelat yang kemarin aku titipkan. "Beneran dia tolak mentah-mentah?" tanyaku tak percaya."Iya Yus." jawab Riana. Aku hanya bisa menatap wajah Riana sambil tersenyum minggir.

Ketika pulang sekolah, cuaca mendung. Aku segera berganti baju dan membantingkan badanku ke kasur, membalut badan dengan selimut, sambil menyalakan televisi. Aku menangis berteriak di rumah, kebetulan di rumah sedang tidak ada siapa-siapa. Di luar hujan besar mengguyur dengan petir-petirnya. Ya, mungkin hanya langit yang bisa menghargai aku.

Aku pikir yang kemarin aku lakukan itu adalah hal besar, walau mungkin jika dipandang sebelah mata pasti tidak ada apa-apanya. Pada 2014, tahun ajaran baru. Saat itu aku senang, aku menjadi kakak kelas. Duduk di kelas 8B. Jody still single dan ada di kelas sebelah, yaitu 8A. Satu hal yang aku khawatirkan, bagaimana jika ada adik kelas yang dapat memenangkan hati Jody?

Pada 7 November 2014, pasca 1 tahun setelah peristiwa penembakkan Jody. Di tanggal itu aku memutuskan aku ingin benar-benar move on dari Jody, walaupun belum berhasil. Entah di akhir bulan April atau awal bulan Mei 2015, aku mulai melampiaskan perasaan kepada seorang adik kelas. Kian namanya. Dia putih, terlihat disiplin, kesayangan guru sepertinya dan K-popers.

Aku masih ingat, Kian berulang tahun pada tanggal 19 Mei dan pada saat 19 Mei 2015 itu, aku memberi kado hadiah ulang tahun kepada Kian. Kadonya adalah foto ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanku dan juga dari kakaknya Kian. Foto itu aku cetak, kemudian aku beri frame dan aku berikan ke Kian lewat temanku. Oh iya, Kian itu anak pondok asrama juga.