Standar Operasional Penerbangan

Ilustrasi pesawat terbang.
Sumber :
  • U-Report

Tidak hanya kesalahan pada pilot, namun bisa juga dari penumpang, pengendali lalu lintas udara, dan juga mekanik. Itulah tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pada pesawat. Sebenarnya masih banyak faktor yang harus diperhitungkan seperti sabotase ataupun kesengajaan yang dilakukan oleh pihak tertentu. Namun ketiga faktor tersebutlah yang sering kita temui dalam kasus kecelakaan pesawat.

Dampak yang diakibatkan dari kecelakaan pesawat adalah memakan banyak korban jiwa dan menyebabkan traumatik tersendiri pada korban yang selamat. Peminat maskapai menjadi berkurang, kecemasan para penumpang, dan maskapai harus melakukan ganti rugi pada penumpang dan semua pihak yang dirugikan. Entah siapa yang dapat disalahkan dengan adanya kecelakan pesawat, namun sebaiknya penerbangan dapat memperbaiki sistemnya dengan lebih baik dan aman. Seharusnya penerbangan dapat memanfaatkan canggihnya teknologi sekarang yang dapat membuat pesawat atau penerbangan menjadi lebih nyaman agar dapat mengurangi tingkat kecelakaan pada penerbangan serta memperbaiki stuktur penerbangannya yang terjadi pada mesin dan yang lainnya.

Mungkin solusi terbaik adalah dengan cara tidak melakukan penerbangan saat cuaca atau alam sedang tidak bersahabat. Atau kita sebagai penumpang dapat bersikap baik dan mematuhi aturan yang ada seperti tidak menyalakan atau menggunakan alat elektronik saat sedang mengudara dan juga barang bawaan yang dapat berdampak buruk seperti bahan kimia yang sewaktu-waktu dapat memicu ledakaan saat pesawat mengalami kecelakaan. Sebaiknya sebelum dan sesudah melakukan penerbangan ada baiknya kita berdoa agar kita selamat sampai tujuan. (Tulisan ini dikirim oleh Anisan Setiady, mahasiswa IISIP Jakarta)