Awkward Moment

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

20 menit kemudian, setelah Alex menemukan DVD yang mau dipinjemin ke saya, saya pun pamit pulang. Sebenarnya saya agak enggak enak ya, datang tapi tidak bawa apa-apa dan saya ingat kalau di tas saya ada 3 buah gelas Coca Cola. Bukan sembarang gelas, ini limited edition, enggak semua orang punya loh. Akhirnya saya kasih satu gelas sebagai permohonan maaf buat dua dosa saya yang dulu itu. Ya, anggap saja ini gelas dari ketulusan hati saya yang paling dalam. "Om, ini ada gelas bagus. Keren nih Om, cocok buat dipake Om sambil nonton bola." kata saya sok keren.

Saya yakin 1000 persen kalau si om bakalan suka dan bilang terima kasih berulang-ulang ke saya. Tapi lagi-lagi saya salah. Benar-benar salah. "Duh Sani, ngasihnya kok cuma satu sih? Di sini kan ada banyak orangnya? Om enggak nolak kok kalau kamu kasih lagi ya." kata si Om Jono sambil melihat-lihat gelas pemberian saya. "Hahaha.." saya pun tertawa garing (lagi dan lagi). "Main-main lagi ke sini ya, Sani," kata si Om Jono ramah. Setelah salaman sebentar, saya pun beranjak pulang dan kayaknya ini adalah kunjungan terakhir saya untuk waktu yang tidak ditentukan. (Cerita ini dikirim oleh Stefanus Sani, Bandung)