Ate Logo! Sampai Jumpa Lagi!

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Dan setelah ketawanya habis, dia baru bilang kalau saya ternyata salah ucap, jadi dia enggak ngerti apa yang saya bilang. Harusnya, di kalimat "Boa tarde! Como vai voc?" tersebut ada akhiran 'eu' saat pengucapan. Oh, begitu toh. Sial itu buku yang saya baca enggak kasih tahu sedetail itu. Setelah saya disorakkin oleh yang lain dan dikatain sok-sokan, akhirnya atas ide yang lain diputuskan tiap Youth hari Sabtu, kita harus belajar 4 kalimat dalam Bahasa Portugis setiap minggunya.

Sekarang, sudah berjalan sekitar 3 bulanan dan untuk bahasa sehari-hari dalam Bahasa Portugis saya sudah lumayan bisa. Untuk tahu bisa atau tidaknya, saya mau ngetes ke tetangga baru saya yang juga dari Timor Leste. Kebetulan di suatu hari, pas saya mau main, tetangga saya yang ibu-ibu sedang ngobrol sama mama di depan rumah saya. Setelah saya pamit ke mama mau pergi, saya salam ke ibu tersebut, "Bom dia! Prazer em conhec-lo." (Selamat pagi, senang berjumpa denganmu).

Dia diam sebentar, mungkin karena kaget disapa oleh saya. Jangankan dia, mama saya juga kaget dan pasti enggak mengerti saya ngomong apa. Mungkin dikiranya saya habis ngelem aibon kali jadi ngomongnya awur-awuran. "Obrigado. Qual o seu nome?" (Terima kasih, siapa namamu?) balas si ibu sambil tersenyum. "Meu nome Stefanus Sani. Ate logo!" (Namaku Stefanus Sani. Sampai jumpa lagi!).

Namun sialnya, gara-gara saya ajak ngobrol si ibu pakai Bahasa Portugis jadi setiap ketemu seluruh anggota keluarganya, saya pasti diajak ngomong pakai Bahasa Portugis. Kalau saya bisa jawab, ya saya jawab. Kalau enggak bisa, ya pakai cara lama. Saya bakal jawab "sim, sim" alias “iya, iya” atau "nao, nao" alias “tidak, tidak” sambil pasang muka senyum sok mengerti. Jadi, kapan kalian mau belajar bahasa asing? (Cerita ini dikirim oleh Stefanus Sani, Bandung)