Ketika Harapan, Usaha, dan Doa Berbuah Keberhasilan
- U-Report
Setelah mendengar jawaban tersebut, harapan saya untuk bisa mengikuti ujian statistik seakan mulai pupus karena sangat sedikit peluangnya untuk bisa ikut. Di saat seperti inilah saya hanya pulang ke rumah dengan rasa kecewa dan tak ada keceriaan yang teraut di wajah saya. Tetapi dalam benak saya kemudian terlintas perkataan dari guru SMA saya yang kembali saya ingat, beliau pernah berkata, ketika kamu mulai putus harapan dan seakan hilang tujuan, maka perdekatkanlah hatimu pada Tuhan dengan memanjatkan doa. Karena dengan doa bisa mengubah segala yang tak mungkin menjadi mungkin dan tak ada yang mustahil terjadi jika Tuhan telah menghendaki.
Perkataan itulah yang memberikan saya beribu harapan dan semangat yang kembali padam bahkan memotivasi diri untuk terus belajar. Kemudian saya melakukan apa yang telah dipesankan oleh guru SMA dulu, yakni selalu berusaha dan setiap usaha diiringi dengan doa. Pada pagi hari setelah melakukan salat dhuha, saya kembali menghubungi dosen statistika via telepon untuk memastikan apakah saya masih bisa mengikuti ujian susulan mata kuliah tersebut.
Dan ternyata beliau dengan ramah dan tulus berkata, mas, nanti kamu jam 10.00 bisa masuk langsung ke kelas C untuk mengikuti ujian susulan karena ternyata masih tersisa sekitar 3 kursi dan jangan lupa materinya dipelajari. Mendengar jawaban tersebut, saya hanya bisa meletakkan kening untuk bersujud dan bersyukur pada Tuhan karena atas kehendaknya saya masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian walaupun sempat putus harapan.
Alhasil, setelah pengumuman keluarnya nilai-nilai ujian semester dua, yang nilainya itu diumumkan via online, alhamdulillah indeks prestasi saya mulai naik yang pada semester awal 2,50 menjadi 3,00 dan nilai statistika yang saya inginkan ternyata sesuai kenyataan, yang pada waktu itu bisa memperoleh nilai B. (Tulisan ini dikirim oleh Basory Alwy)