Terima Kasih Kakak

Aku dan kakakku.
Sumber :
  • U-Report

Karena pengaruh dari orang. akhirnya kakak menjadi pemakai juga. Dan aku baru tahu kalau ternyata penyakit yang diderita kakak selama ini disebabkan oleh obat-obatan itu. Begitu pulang dari sekolah, aku melihat kakak tidak ada di kamar. Sampai sore kakak belum juga pulang dan aku mencarinya ke mana-mana, tapi tidak ketemu. Bahkan di tempat biasa kakak nongkrong juga tidak ada.

Kebetulan saat aku melihat siaran berita di televisi aku melihat kakak digiring polisi. Begitu terkejutnya aku karena ternyata kakak sudah divonis hukuman mati. Dengan bibir gemetar aku langsung menuju lokasi tahanan kakak. Setelah tiba di lokasi, polisi memberi tahu kalau kalau kakak dilarikan ke rumah sakit beberapa menit yang lalu. Tiba di rumah sakit, aku melihat wajah kakak begitu pucat. Aku langsung duduk di samping dan memeluknya. Beberapa saat kemudian kakak menghembuskan nafas terakhir.

Aku berteriak sambil bercucuran air mata yang membasahi selimut yang membungkus tubuh kakak. Kakak dimakamkan persis di sebelah makan orang tua aku. Tiap hari aku selalu berziarah dan menaburkan bunga. Dalam hati sempat terbersit kenapa nanti aku harus jadi orang sukses sedangkan semua orang yang aku cinta sudah tiada. Tapi aku ingat kalau itu harapan kakak dulu, dan aku harus mencapainya agar dia tenang dan tersenyum di alam sana. "Terima kasih kakak, semua jasa dan perjuanganmu akan abadi di hati selamanya. Sampaikan pada bapak dan ibu kalau aku akan baik-baik saja di sini. Sampai bertemu kembali di surga-Nya nanti". (Tulisan ini dikirim oleh Haries_hunain)