Ketika Harus Rebutan Remote TV dengan Emak

Ilustrasi remote TV.
Sumber :
  • U-Report

Adik sepupuku pun juga begitu. Dia sudah terkontaminasi dengan kata-kata “pernikahan”, “perkawinan, “hamil di luar nikah”, “kawin cerai”, “rebutan harta warisan”, “cinta-cintaan” dan lain sebagainya. Bukan hanya drama dan film dari belahan dunia saja yang banyak merusak moral anak bangsa, tapi sinetron dalam negeri pun bisa merusak moral anak bangsa.

Ada baiknya jika kita memikirkan apa unsur yang terkandung di dalam sinetron, film, dan drama yang kita nonton. Wajah bisa saja menipu, tapi jangan sampai benar-benar tertipu dan terpengaruh oleh apa yang ada di dalam tontonan kita tersebut.

Kembali ke rebutan remote tv sama emak. Itu sudah menjadi hal yang biasa antara adikku dan emakku. Adikku mau menonton sinetron yang ada balap-balapnya, sampai membuat dia minta dibelikan motor yang sama seperti di sinetron tersebut kalau sudah lulus SD nanti. Sedangkan, emakku mau menonton drama Turki dan India, hingga emak lupa kalau dirinya belum masak. Sementara, aku ingin menonton dan melihat berita tentang apa-apa saja kejadian yang sedang terjadi di Indonesia tercinta ini.

Emak-emak selalu benar, emak-emak selalu menang, karena memang mereka adalah orang yang mengandung, melahirkan, menyusui dan bahkan membesarkan kita selama ini. Huuff, aku jadi tidak tega melihat emak kalau ngambek hanya gara-gara remote televisinya disimpan oleh adikku di dalam tas sekolahnya. (Cerita ini dikirim oleh Ridho Adha Arie)