Tidak Ada Manusia yang Bodoh

Ilustrasi pemalas.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Seorang guru pasti pernah mengatakan kepada murid-muridnya bahwa tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanyalah murid yang malas. Dan bahkan orang tua kita pun juga sering mengatakan hal seperti itu juga. Ketika aku masih duduk di bangku SD dulu, aku menganggap aku ini bodoh karena aku selalu berpikiran akan hal-hal yang tidak wajar. Kala itu, apa yang aku pikirkan ketika berumur 11 tahun sama dengan apa yang aku pikirkan sekarang saat aku berumur 20 tahun.

“Kalau suatu saat aku menjadi penulis, aku terkenal dan dikenal oleh banyak orang akan karya-karyaku, bagaimana ya?” Bukan hanya itu saja. Mau jadi apa aku ke depannya pun juga aku pikirkan, termasuk menjadi pemain bola, pemain basket, atlet estafet, ataupun lain-lainnya. Dengan semua pemikiran itu, aku merasa aku ini adalah anak yang bodoh, karena semua pemikiran itu belum saatnya aku pikirkan di umur yang masih belia. Bahkan orang-orang yang ada di sekitarku pun berkata, “Sekolah dulu baik-baik, jangan pikirkan itu. Masa depan kau masih panjang dan semua pemikiran bodoh kau tuh kau buang aja jauh-jauh”.

Manusia memang tidak ada yang bodoh, manusia hanya malas. Walaupun hanya terdiri dari satu kata, namun dengan satu kata tersebut seseorang bisa gagal dalam menjalani hidupnya, terjerumus ke jalan yang salah dan melakukan hal yang tidak sepantasnya yang dianggap tidak wajar oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan fisik yang lemah, kekurangan media dalam berkarya, aku masih saja terus melakukan hal-hal yang bodoh untuk menggapai apa yang selama ini aku mimpi-mimpikan, aku harap-harapkan dan aku cita-citakan.

Ketika aku berpikir untuk menjadi seorang Youtuber, aku membuat video dengan peralatan seadanya, dan hasilnya hanyalah video yang tidak jelas apa maksud dan ide yang aku sampaikan di video tersebut. Menghibur tidak, lucu tidak, mendidik tidak, bahkan bisa dikatakan hal yang sia-sia. Ketika aku ingin menjadi pemain bola, langkah awal yang aku ambil adalah posisi kiper. Menjadi kiper bukanlah keinginanku, namun bakatku terasah di posisi kiper. Memang bagus, menarik dan cukup keren untuk seorang kiper amatir, namun aku merasa telah menjadi orang yang bodoh karena mau-maunya aku dikibuli oleh temanku waktu itu.

Temanku ngotot sekali untuk menjadi penyerang agar bisa mencetak gol, dan aku disuruhnya  menjadi kiper. Lalu sekarang, ketika aku berusaha untuk menjadi seorang penulis, aku seperti sedang dibodoh-bodohi dengan takdir. Takdirku menjadi seseorang yang lemah, tidak bisa marah, tidak bisa membela diri terhadap mereka yang kuat, kaya, dan bahkan orang yang jauh lebih pintar dariku, membuat aku harus berusaha keras agar aku bisa menunjukkan kalau aku bisa.

Sungguh usaha yang sangat keras, jika aku dibandingkan dengan mereka yang diberikan fasilitas dan media yang memadai untuk selalu berkarya. Namun, aku percaya, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk hambanya. Mereka yang lemah pasti bisa menunjukkan kalau mereka itu bisa. Semua hal-hal bodoh yang selama ini aku lakukan, akan aku jadikan sebuah pelajaran.

Jika seseorang ingin meraih kesuksesan, maka mulailah bermimpi dan melakukan hal-hal yang bodoh untuk dikritik, dihina, dan diejek oleh orang-orang. Karena lewat semua itulah, manusia bisa berkarya, termotivasi, dan terdorong untuk menunjukkan kalau mereka ternyata bisa dan mereka bukan seperti yang orang-orang katakan. (Tulisan ini dikirim oleh Ridhoadhaarie)