Menagih Janji Jokowi

Jokowi Kampanye di Pekalongan
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id
- Masih terlintas bagaimana bendera itu berkibar

Kibaran bendera itu di antara relawan-relawan

Kau teriak, kami pun tepuk tangan

Kau berlari, kami pun bersorak

Teriakan dan sorotan itu membawamu ke tahta


Saat di tahta itu jua, kau masih saja seperti gaya lama

Tapi sayang itu hanya sebentar saja

Tahta itu perlahan mengubah gaya

Setelah kutu loncat itu memilih menyeberang jalan

Lalu kau terima begitu saja

Toh, kami tak apa-apa
Toh, kami tetap tenang saja
Tetapi kenapa kamu merombak semua susunan
Orang baik kau buang, lalu kau masukkan kutu loncat

Apakah kau sudah lupa kutu-kutu itu?

Apakah kau sudah lupa?

Apakah kau lupa bagaimana relawanmu menghalang?

Menghalang apa yang harus dihalang!


Dan aku yakin kau tahu, ketika itu yang dihadapi adalah kutu-kutu itu.

Kami rela melakukan semuanya demi mengharapkan kemajuan bangsa

Kerelaan itu ternodai semenjak ada kutu-kutu loncat dan pelanggar HAM

Mana janji manismu tentang HAM? Mana?

Hey,  kini kau terlena dengan tahta

Sampai-sampai kau lupa, kalau bagi-bagi kursi tak ada dalam isi janjimu untuk kami rakyat jelata.

(Puisi ini dikirim oleh Abdul Rasyid Tunny, Makassar)