Lokalisasi PSK Pati masih Tetap Eksis

Detik-detik Proklamasi pada upacara HUT Kemerdekaan RI bagi para PSK di KB dan LI, Pati.
Sumber :
  • Heru Christiyono Amari

Kata Letkol.Inf.Andri AK S.Sos, tak semua mereka mau bertahan hidup dalam kondisi seperti itu. Hal itu semata-mata karena tuntutan hidup yang membuat mereka harus seperti ini. Namun Dandim Pati merasa bersyukur, karena mereka kaum marginal, masih menghormati Merah-Putih. "Pertanda kesetiaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masih tertanam di masing-masing sanubarinya. Itu yang kita hargai", ujar Letkol.Inf.Andri SK S.Sos.

Perlu ditambahkan, terkait kebijakan Menteri Khofifah Indarparawangsa, yang awal tahun ini mengunjungi daerah Pati. Saat itu menegaskan, seluruh lokalisasi PSK di Indonesia tahun depan harus ditutup. Tidak diizinkan operasional walau dengan segala alasan. Ketegasan sikap Menteri Sosial itu, tampaknya tidak berpengaruh apapun pada lokalisasi WTS di KB dan LI. Dibuktikan dengan jumlah PSK dan Germo, stabil pada kisaran 250-300 orang. Tidak pernah berkurang, sebaliknya bisa bertambah. (Tulisan ini dikirim Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tenah).