Dilema Pemakan Daging di Musim Kurban

Kambing yang dijajakan di pinggir jalan untuk hewan kurban.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Kalau makna pecinta binatang adalah mereka yang rela mengorbankan sebagian besar tenaga, pikiran, dan harta benda untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan binatang yang mereka pelihara atau tolong, dapat dipastikan saya bukan pecinta binatang. Saya baru mampu berbuat sangat sedikit. Berusaha memelihara dengan baik beberapa kucing saya, dan sedikit memberikan donasi untuk kucing-kucing yang ditolong para cat rescuer.

Sekali lagi, mampunya hanya segitu. Asumsi saya, kemungkinan banyak pecinta binatang yang memutuskan untuk menjadi vegetarian atau vegan. Keputusan yang bagi saya sangat mengagumkan karena mereka sangat konsisten dengan kecintaan mereka akan hewan, dengan tingkat sensitivitas yang tinggi akan penderitaan makhluk Tuhan lainnya.

Asumsi ini semakin membuat saya bertambah yakin bahwa saya bukan pencinta binatang. Demi Tuhan saya, saya gemar seafood dan daging. Meskipun belum tergolong pecinta binatang, saya selalu patah hati saat melihat hewan diperlalukan dengan tidak baik. Ada masa saya begitu marah hingga menangis. Frustasi karena menyadari begitu terbatasnya kapasitas saya untuk membantu. Terheran-heran pada kekejaman manusia, mengira-ngira latar belakang kehidupan yang telah membentuk manusia kerdil.

Sore ini, seperti biasa, saya pulang kerja dengan ojek. Di sebuah tikungan, saya melihat ada sekumpulan anak-anak. Yang menjadi perhatian saya, salah satu anak mencubit telinga kucing dengan jari-jari kakinya. Tuhan tahu saya berdoa semoga jepitan itu sekadar main-main. Tetapi kemudian anak itu melepaskan cubitan kakinya lalu mengambil gerakan untuk menendang si kucing. Terus terang saya tidak melihat apakah kucing itu benar-benar ditendang karena motor terlanjur menikung.

Saya langsung minta ojek berhenti, lalu saya turun dari motor, berbalik mendekati anak-anak itu. Saya menanyakan apakah si kucing ditendang. Jawaban yang keluar dari mulut mereka macam-macam. Ada yang bilang tidak, ada yang bilang iya, ada yang bilang hanya main-main. Ada pula yang bilang bahwa sebelumnya si kucing dilempari batu oleh seorang anak yang lain.

Saya langsung cek si kucing untuk memeriksa sekiranya ada luka. Alhamdulillah, kucing itu dalam kondisi yang sangat baik, setidaknya secara kasat mata. Bulunya bersih dan di tubuhnya tidak terlihat luka. Si kucing juga kelihatannya betah dengan anak-anak itu, tak ada tanda-tanda ingin kabur. Saya meminta dengan sangat kepada mereka untuk tidak menyakiti makhluk berbulu putih kuning itu.