Ayo Selamatkan Terumbu Karang Kepulauan Spermonde

Salah satu keindahan terumbu karang di Pulau Samalona Kota Makassar yang masuk dalam Kepulauan Spermonde.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Gugusan pulau- pulau kecil Pangkep, Takalar, dan Barru di sepanjang bagian selatan Selat Makassar, tepatnya di pesisir barat daya Pulau Sulawesi, tepatnya di Kota Makassar, menyimpan kekayaan sumber daya alam yang kaya raya. Untuk keragaman terumbu karang saja para ilmuwan mencatat pada tahun 1983 terdapat 262 spesies sebagai tempat hidup, memijah, dan pembesaran ikan-ikan di lautan.

Kini data itu hanya menjadi catatan belaka, di mana maraknya pemanfaatan sumber daya laut secara terbuka menyebabkan beberapa lokasi di perairan Kepulauan Spermonde mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Hal ini disebakan karena terjadinya pemanfaatan tidak ramah lingkungan yang dilakukan para nelayan dengan menggunakan bom, bius, dan pukat harimau. Tak hanya itu, pembangunan kota turut berkontribusi besar dalam kerusakan ekosistem terumbu karang. Hal ini juga menyebabkan potensi perikanan dari tahun ke tahun semakin menurun.

Dari data Marine Science Diving Club, Universitas Hasanuddin (MSDC Unhas) yang tiap tahunnya melakukan Reef Check atau pengecekan kondisi terumbu karang di perairan Kepulauan Spermonde mengungkapkan tidak ada perubahan signifikan tentang upaya pelestarian yang digembar-gemborkan banyak kalangan. "Presentasi penutupan terumbu karang di beberapa perairan Kepuluan Spermonde masih dalam kategori rusak parah. Di mana penutupan karang-karang hidup rata-rata sudah di bawah 50 persen," ungkap ketua MSDC UH, Syeril Alprianti.

Dampak pemanfaatan sumber daya laut ilegal ini pun dapat kita lihat secara nyata saat melakukan penyelaman. Di mana ratusan ikan terlihat kebingungan mencari tempat berlindung karena rumah tempat tinggalnya kini menjadi patahan-patahan terumbu karang. "Sudah susah kita dapatkan spot penyelaman yang indah," ungkap Syeril. Bahkan, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, DR. Syafyuddin Yusuf mengungkapkan ekosistem terumbu karang di Kepulauan Spermonde terancam punah jika tak ada upaya serius dari semua sektor untuk melakukan perbaikan.

Ekosistem terumbu yang menjadi rumah ikan serta penahan abrasi pantai kerusakannya semakin meningkat setiap tahun akibat aktivitas manusia. "Jarang ditemukan kondisi terumbu karang yang masih bagus atau sangat bagus di sekitar perairan Spermonde," ujar Syafyuddin Yusuf yang juga pakar terumbu karang Universitas Hasanuddin. Hal ini disebabkan, kata Dr. Syafyuddin karena adanya tekanan antropogenik terhadap ekosistem terumbu karang dan sumberdayanya cukup intensif untuk menangkap ikan dan biota terumbu karang lainnya.