Ayah Segalanya Bagiku

Dia, Ayahku.
Sumber :

VIVA.co.id – Rahmat bin Sukatma adalah nama ayahku. Wajahnya teduh, pembawaan pribadinya simpatik, dan sikapnya selalu ramah kepada siapapun yang ia temui. Gaya berbicara ayah pun santun. Ia adalah sosok pekerja keras. International Port Container (IPC) yang berada di Jalan Pulau Payung, Tanjung Priok, adalah tempat ia berkarier sampai saat ini.

Ayah memulai karier pekerjaannya di sana mulai dari pegawai harian, hingga menjadi seperti sekarang ini berkat kegigihan dan kerja keras yang tak kenal waktu demi keluarganya. Bagiku, ayah adalah sosok laki-laki tangguh yang dengan sangat sukarela memikul beban demi membahagiakan istri dan anak-anaknya. Bahkan, tanpa memikirikan kesehatannya sendiri.

Dia adalah anak ke lima dari sembilan bersaudara yang terlahir di Kawasan Duri daerah Kosambi, Jakarta. Terdiri dari enam anak laki-laki dan sisanya perempuan. Semenjak kakek pensiun menjadi KS (Kepala Stasiun) Duri, kakek-nenek beserta saudara perempuan ayah pindah ke kampung yang terletak di Desa Sindang Mukti, Ciamis, Jawa Barat. Namun ayah dan semua saudara laki-lakinya memilih tetap berada serta mencoba mengadu nasib di Jakarta.

Ayah lahir pada bulan September, tepatnya empat puluh dua tahun yang lalu. Ayah adalah seorang sarjana satu-satunya di keluarga. Pantaslah kalau nenek sering membanggakannya. Ayah menikah dengan mama serta dikaruniai empat orang anak. Dua laki-laki dan dua perempuan. Ayah berhasil menjadi panutan dan inspirasi bagi anak-anaknya dalam menjalani kehidupan.

Perjuangan, pengorbanan, serta perlindungan ayah atas keluarganya tidak akan bisa terbayarkan oleh apapun di dunia ini. Perjuangan ayah hampir sama beratnya dengan perjuangan mama saat melahirkan anak-anaknya. Ayah berhasil dalam mendidik anak-anaknya. Kedua orang anaknya kini sedang mengenyam pendidikan untuk menjadi sarjana. Ayah juga berhasil membuat derajat perekonomian keluarga naik drastis. Itu semua berkat ayah. Terima kasih ayah atas semuanya! (Tulisan ini dikirim oleh nurfikri26)