Semua karena Ayah

Aku dan keluargaku.
Sumber :

Selama 26 tahun lamanya, ayahku sudah bekerja untuk menghidupi keluarga kecilnya. Selama itu pula ayahku berjuang keras di dalam pekerjaannya. Ayahku sudah mendapatkan jabatan yang lebih baik dan tinggi di perusahaan tempat ia bekerja. Dengan pekerjaannya itu, ayah bisa memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya.

Aku bisa melanjutkan kuliah dan adikku masih bersekolah di sekolah menengah pertama sekarang ini. Semua berkat biaya dan doa dari ayah serta ibu. Aku dan adikku bersyukur bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Jika itu positif ayah pasti akan menuruti kemauan anak-anaknya.

Ayahku termasuk orang yang pendiam namun tegas. Tetapi ayahku jarang sekali memarahi anak-anaknya. Hanya sekadar menegur saja jika aku dan adikku melakukan kesalahan. Ayahku juga memiliki beberapa keahlian. Bahkan, ayahku merupakan teknisi di rumah. Jika ada sesuatu yang rusak, maka ia akan dengan segera memperbaikinya.

Dengan penuh rasa syukur, kami bisa hidup berkecukupan hingga detik ini. Berbagai rintangan kehidupan yang menyulitkan pun sudah dilalui oleh ayah dan ibu sampai seperti sekarang ini. Ayahku sudah berjuang sangat keras demi membahagiakan keluarga kecilnya. Sampai sekarang pun ayah masih tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kami.

Aku tahu, bahwa perjuangan ayah begitu berat untuk mencapai hasil yang memuaskan. Aku harus bisa seperti ayah. Tidak mengenal lelah dan terus berjuang untuk menggapai apa yang telah menjadi targetnya.

Ayah, putri kecilmu ini akan berusaha membuatmu bangga dan merasakan bahwa kerja kerasmu tidak sia-sia. Semoga engkau selalu berada dalam lindungan Allah SWT, dan aku akan terus berdoa untuk keselamatan ayah dan ibu. Terima kasih atas pengalaman berhargamu, pahlawanku! (Tulisan ini dikirim oleh Nova Ayuna Defi, mahasiswa Fikom, Universitas Pancasila, Jakarta)