Kau yang Selalu Ada Untukku

Kehangatan yang tercipta dari ibu dan anak.
Sumber :
  • U-Report

Kini, ditambah lagi kau telah mempunyai seorang cucu yang membuat kau bekerja dobel dalam sehari. Mengasuhnya, lalu mengurusnya. Ketika aku melihat kau sedang mengasuhnya, aku menjadi teringat ketika aku masih kecil dulu. Kau menuruti setiap aku meminta sesuatu, walau terkadang permintaan itu menjadi berat untuk kau lakukan. Tapi demi seorang anak bahagia, kau rela menyisihkan waktumu.

Penuh kelembutan, penuh kasih sayang kau berikan segalanya kepada anak-anakmu. Doaku untukmu mungkin tidak begitu besar dan bermanfaat, tetapi hanya itu yang aku punya. Memang, tidak seberapa dibanding dengan perjuanganmu selama ini.

Aku tidak tahu, sampai kapan aku bisa menemani setiap langkahmu berjalan. Aku tidak yakin apakah sekarang, esok, lusa, atau detik-detik berikutnya aku masih bisa menikmati senyum yang tidak pernah berubah itu. Kau malaikat hidupku.

Saat aku sakit, kau hadir di setiap tangisan ini. Ketika aku berbaring lemah tak berdaya di atas ranjang, kau menemaniku dan tersenyum. Lalu aku hanya membalas dengan senyum yang pahit sambil menahan rasa sakit ini.

Kau seolah mengambil rasa sakitku dengan baik dan ikhlas. Hingga aku dapat berlari dan tertawa kembali. Terima kasih malaikat hidupku. Akan selalu kukenang dan aku terapkan setiap saran yang kau berikan di kehidupan ini. (Tulisan ini dikirim oleh Lorenzo Al kahfi, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Nasional, Jakarta)