Cara Mengambil Hati Anak Muda di Pilgub Jakarta
- U-Report
Menurut humas Keminfokom, Ismali Cawidu, mayoritas pengguna internet di Indonesia paling banyak untuk mengakses media sosial. Dengan data seperti ini, calon-calon gubernur Jakarta sudah wajib hukumnya menggunakan media sosial sebagai salah satu media kampanye. Beberapa media sosial yang wajib digunakan adalah, Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan juga Snapchat.
Kalau diperhatikan sekarang, rata-rata semua media sosial sudah memiliki fitur video. Artinya calon gubernur harus mulai memanfaatkan media untuk melakukan kampanye. Salah satu fitur baru di Facebook adalah Facebook Live, kita bisa melakukan live streaming video dan berinteraksi dengan friends dan followers. Di sini calon gubernur bisa melakukan “Live Questions and Answers” dengan calon pemilih.
2. Tunjukkan Karya Nyata
Anak-anak muda terkenal dengan sikap kritis. Kami terkenal dengan generasi yang selalu menanyakan setiap kegiatan atau kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Kami selalu bertanya mengenai calon pemimpin kami ke depan. Perlu dicatat bahwa anak-anak muda tidak tertarik dengan sekadar rencana. Hal yang menarik perhatian anak-anak muda adalah karya nyata yang sudah pernah dilakukan oleh calon pemimpin.
Jadi, untuk calon gubernur, kalian bisa mulai menyusun strategi untuk memamerkan karya-karya nyata yang sudah pernah dihasilkan terkait dengan kepemimpinan, hubungan dengan masyarakat, mengambil dan membuat kebijakan, menangani konflik, dan lain-lain. Mengapa karya nyata ini penting? Karena ini adalah Jakarta, ibukota Indonesia. Anak muda tidak ingin pemimpin yang sedang mencoba-coba. Anak muda menginginkan mereka yang sudah berpengalaman memimpin sebuah daerah.
3. Ruang Diskusi Terbuka
Dengan karakteristik anak muda yang kritis dan selalu ingin tanya, ada baiknya jika calon gubernur beserta tim kampanye membuat ruang diskusi terbuka untuk anak-anak muda bertanya seputar program, visi-misi, pengetahuan, dan hal-hal lain terkait dengan pencalonan diri mereka. Hal ini tidak secara langsung meningkatkan elektabilitas, tapi setidaknya diskusi terbuka ini bisa menunjukkan bagaimana pasangan gubernur dan juga wakilnya memandang penting kritik, masukan, dan juga saran dari anak-anak muda Jakarta.
4. Kesempatan Berpartisipasi
Jika dikatakan anak-anak muda tidak peduli dengan politik itu salah. Kami peduli, tapi yang kurang adalah ruang untuk partisipasi. Sering kali banyak masukan dan juga saran yang ingin kami sampaikan yang hanya berakhir di media sosial atau postingan di forum. Bagi setiap kandidat calon gubernur, buat program atau semacam sayembara mengenai ide-ide pembangunan kota Jakarta.