Pengorbanan Ayah untuk Keluarganya

Ayah dan anak.
Sumber :
  • U-Report

Karena baginya melihat anak dan istri bahagia ia akan turut senang juga. Namun, kalau tiap harinya hanya makan seadanya, di dalam hati kecilnya ia menangis. Karena melihat anak dan istrinya harus menanggung hidup yang tak seperti keluarga yang lainnya, yang bisa makan dengan banyak dan beraneka ragam lauknya.

Menjadi pengantar surat kabar tak dapat mencukupi kebutuhan keluaganya sehari-hari. Pagi hari ia menggantar surat kabar, siang hari ia menjadi tukang servis jam keliling, dan sore hari ia pun menjadi tukang ojek dengan pinjaman motor yang ia sewa dari tetangganya sambil menunggu panggilan dari perkantoran.

Dengan ketekunan dan semangat ayah dalam mencari pekerjaan di Jakarta, akhirnya ia diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta Selatan. Ia sangat bersyukur bisa diterima menjadi PNS. Dan bisa dibilang, menjadi PNS saat itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hari demi hari ia lalui, hingga akhirnya tabungan ayah cukup untuk membeli rumah yang kecil. Walaupun tak besar seperti rumah umumnya, namun ayah tetap senang. Karena ia tak perlu mengontrak lagi dan dapat membeli kendaraan bermotor untuk menunjang perjalanan ke kantor.

Istrinya membuka dagangan warung demi ikut mencukupi kehidupan sehari, dan biaya sekolah untuk anaknya yang sudah mulai masuk sekolah dasar. Namun, karena persaingan warung saat itu ketat, membuat warung istrinya sepi dan kurang pembeli. Kemudian ia juga membuka warung kopi di dekat rumah untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Bagiku, melihat perjuangan ayah dalam mencari perkerjaan dengan tekad dan semangat ayah untuk membahagiakan keluarga kecil yang ia miliki adalah sebuah pelajaran. Bahwa setiap ada niat dan selalu berusaha tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Tentu saja diiringi dengan ibadah dan doa. Insyaallah niat kita akan tercapai. Terima kasih Ayah, kaulah super hero bagiku. (Tulisan ini dikirim oleh Hersad Pratama, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila, Jakarta)