Merayakan Kelulusan di Puncak Gunung Slamet

Gapura Gunung Slamet.
Sumber :
  • U-Report

Akhirnya sang kuncen menjawab, “Lagu dangdut yang kamu dengar itu bukanlah lagu dangdut. Tapi suara sinden Jawa. Jadi waktu kamu naik kemarin, yang punya Gunung Slamet sedang menikahkan anaknya. Hujan yang deras itu, sengaja untuk menahan kamu karena kamu tidak diundang sama yang punya Gunung Slamet. Dan segerombolan orang yang lewat depan tenda kamu itu adalah lima orang anak UGM yang hilang. Dan sekarang mereka sudah jadi keluarga yang punya Gunung Slamet. Mereka diundang. Dan orang yang kamu lihat turun dari gunung sendiri itu adalah dukun dari Jawa yang diundang sebagai penghulu untuk menikahkan anaknya.” jelas sang kuncen.

Mendengar jawaban sang kuncen, saya hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Obrolan pun kami sudahi. Saya dan teman-teman pun meminta izin untuk pulang. (Tulisan ini dikirim oleh Audio Donadoni, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)