Kesabaran yang Berbuah Keberhasilan

Ilustrasi ayah dan anak.
Sumber :
  • Pixabay/ blanca_rovira

Akhirnya ayah membuka warung kecil-kecilan dengan modal yang dimilikinya dulu sewaktu dia berdagang es mambo dan permennya. Dengan keuletan dan juga kesabaran yang ayah miliki, dia berhasil mempunyai pelanggan setia. Dan seiring berjalannya waktu, warung yang ayah saya miliki ternyata dapat maju dan terus berkembang. Hingga menjadi warung yang paling besar di zamannya dulu, di daerah lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah sepuluh tahun berjualan, ayah bisa mempunyai sebuah mobil Carry. Ayah menyanggupi membeli mobil itu karena dia ingin meningkatkan kebutuhan ekonomi keluargnya dengan cara menyewakan mobil tersebut. Sekaligus menjadi sopir angkutan umum untuk menambah perekonomian keluarganya.

Sampai akhirnya ayah berhasil membeli lima unit mobil Carry dari keuntungan yang dia dapat dari menjadi sopir dan membuka warung. Setelah membeli lima unit mobil tersebut, ayah mengajak teman-temannya yang menganggur untuk bekerja dengannya, yaitu menjadi sopir angkutan umum.

Setelah sukses dengan warungnya yang sekarang menjadi agen dan juga dengan bisnis menyewakan mobil-mobilnya tersebut, akhirnya ayah saya mencoba bisnis baru lagi yaitu dengan membeli satu unit rumah. Setelah membeli rumah tersebut, ayah berniat untuk mengontrakkan rumah tersebut. Dilihat dari bisnis kontrakan yang menjanjikan, akhirnya ayah memberanikan diri meminjam uang ke bank untuk membeli tiga kontrakan lagi.

Setelah bertahun-tahun menggeluti bisnisnya tersebut, ayah akhirnya bisa melunasi hutang-hutangnya di bank. Ayah saat ini telah berhasil mempunyai agen sembako, bisnis angkot, dan juga juragan kontrakan karena kesabaran dan keuletannya saat menjalani hidup ini. Aku bangga dan sayang sekali kepadanya yang sudah menjaga aku dan juga sudah menyekolahkanku sampai saat ini. Hingga aku bisa berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Aku mendapatkan pengalaman dan cerita yang luar biasa dari ayahku. Akan aku jadikan ini semua sebagai motivasi agar bisa menjadi orang yang selalu sabar dan tekun dalam segala hal. Terima kasih ayah. (Tulisan ini dikirim oleh Yurankan, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)