Sosok Muslimah Cerdas Harapan Bangsa

Diah Retno Yuniarni, di antara teman-temannya.
Sumber :

Mengikuti BEM dengan misi untuk mewujudkan impian-impiannya, ia dan timnya memasuki lingkup departemen sosial lingkungan. Sehingga impiannya (gagasan) dapat menjadi terwujud. Menurutnya, semuanya harus seimbang. Rohis, lembaga dakwah, dan kegiatan kualiahnya agar semuanya sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

“Aku merasa iri. Apa yang sudah bisa aku lakukan untuk Indonesia?” itulah yang ia katakan saat menyadari bahwa teman-temannya telah mempunyai sebuah karya. Sampai akhirnya ia mengundurkan diri dari kerja dan memulai petualangan hidup yang baru. Ia merasa impian untuk merangkai segala hal yang besar untuk Indonesia ada di dalam PTN, khususnya di Universitas Indonesia. Karena ia ingin mempunyai suatu karya yang dapat bermanfaat bagi orang Indonesia.

Banyak hal yang membawa proses untuk mencapai semuanya. Jumlah ilmuwan yang semakin sedikit di Indonesia, terutama ilmuwan Muslim salah satunya. Ia mengajak mahasiswa-mahasiswa khususnya mahasiswa Muslim untuk ikut berkarya bersama. Menghasilkan ilmuwan-ilmuwan Muslim yang berpikiran modern. Mempunyai misi yang mantap, yaitu mensyiarkan Islam melalui science di Eropa.

Tahun 2017 nanti, ia akan menjalankan misinya dan menunjukkan pada dunia bahwa, “Aku muslim dan aku berprestasi”. Walaupun ia menggunakan hijab, itu tidak menjadi penghalang untuk dirinya terus berprestasi.

Mengembangkan teknologi dan riset di Indonesia, dan menjadi muslimah yang berpengaruh dalam mencetak generasi Islam yang cendekia menjadi misi selanjutnya yang akan dia wujudkan. Menjadi hafidzah pada tahun 2025, adalah keinginan terdalamnya untuk bekal di akhirat kelak. Ia ingin membuat seorang Muslim menjadi sosok yang berprestasi. Bahkan, bukan hanya Muslim saja tetapi ia juga mengajak orang-orang non-muslim untuk berprestasi.

Mengikuti segala macam kompetisi lomba, seperti mahasiswa prestasi (mapres), lomba konferens seperti di Rusia dan Malaysia, memenangkan science debat juara 5 menjadi bukti lainnya bahwa Muslim dapat terus berkembang dalam hal akademik. Ia bisa dan kuat karena ia menemukan dan dikelilingi orang-orang yang mempunyai pikiran maju untuk Indonesia ke depannya.

Ia mempunyai cita-cita menjadi salah satu bagian dari Kemenristek RI agar dapat memberikan perubahan untuk Indonesia dalam hal riset yang semakin lama semakin meresahkan. Kurangnya apresiasi-apresiasi dari para stakeholder menjadi salah satu motivasinya untuk memaksimalkan potensinya dalam birokrasi terkait minat bakat. Agar para pembuat karya mendapatkan apresiasi yang sudah menjadi haknya.