Krisis Karakter di Dunia Pendidikan

Ilustrasi anak sekolah.
Sumber :
  • Pixabay/Public domain pictures

Begitu pula Allah SWT telah melarang kaum muslim mengikuti hukum yang tidak berbasis pada ideologi Islam alias hukum jahiliyah. Dan sebaliknya, memerintahkan untuk menerapkan Islam secara sempurna. Allah SWT berfirman, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah:50).

Membangun pendidikan karakter di luar konsep kepribadian Islam hanyalah upaya tambal sulam dari rusaknya sistem kehidupan yang sekuler. Sungguh, hal itu tidak akan memperbaiki persoalan. Justru menambah persoalan baru karena mengokohkan sekulerisme ideologi yang bertentangan dengan Islam.

Sesungguhnya yang dibutuhkan oleh generasi ini adalah pendidikan berbasis karakter yang sahih.  Dalam hal ini, Islam sebagai agama yang pernah membangun sebuah peradaban maju telah memberikan aturan membangun pendidikan yang sahih. Pendidikan yang dibangun oleh Islam terbukti menghasilkan generasi yang mampu membangun peradaban maju dan kuat.

Sistem pendidikan Islam tersebut menitik beratkan pada terbentuknya karakter kepribadian Islam, bukan semata-mata pembelaan kepada bangsa. Pendidikan yang bertujuan membentuk karakter kepribadian Islam tentu berbeda dengan karakter kebangsaan. Sebab, karakter kepribadian Islam dibangun berdasarkan aqidah Islam. Yang dihasilkan adalah generasi yang memiliki sudut pandang dan pemikiran yang sahih (Islami) dan sikap atau perilaku yang tidak menyimpang dari aturan Sang Khalik.

Hal ini sangat penting. Mengingat kunci dari semua persoalan bangsa adalah benarnya aturan dan kebijakan yang diterapkan. Dan itu dapat terwujud hanya melalui proses pendidikan yang sahih. Pendidikan Islam tidak saja menghasilkan generasi yang benar dalam sikap dan pemikiran, namun juga semangat yang tinggi dalam menguasai ilmu-ilmu terapan (ilmu pengetahuan dan teknologi). Hal ini sangat penting untuk membawa bangsa keluar dari krisis multidimensi yang disebabkan oleh lemahnya penguasaan Iptek sehingga bergantung pada negara asing.

Pendidikan Islam tidak akan mencetak generasi yang anarkis, meski untuk melawan kezaliman penguasa sekalipun. Sebab, aqidah dan syariah Islam telah menetapkan metode yang sahih (benar) untuk membangun negara, peradaban dan masyarakat.