Indahnya Pasir Angling, Objek Wisata Baru di Lembang
- U-Report
VIVA.co.id – Bosan dengan hiruk pikuk kehidupan di kota? Atau bosan dengan tempat wisata yang selama ini ada? Ayo datang ke Kampung Pasir Angling! Kampung Pasir Angling merupakan salah satu kawasan wisata di Lembang yang masih terbilang baru dan belum banyak diketahui orang.
Kampung ini terletak di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang dan dapat dijangkau dalam satu jam dari Kota Bandung. Memasuki wilayah Kampung Pasir Angling, wisatawan akan langsung disuguhi hijaunya perkebunan di kiri-kanan jalan. Tidak hanya itu, di sana wisatawan juga dapat melihat langsung keindahan dataran tinggi Lembang yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Beberapa meter dari area perkebunan, wisatawan akan menjumpai rumah-rumah warga yang dihiasi mural-mural bertemakan perkebunan dan perternakan. Warna-warni dari mural ini mengambarkan dengan jelas ciri khas dari Kampung Pasir Angling. Dan bisa jadi pilihan yang keren untuk latar belakang foto Anda. Daya tarik lain dari kampung ini adalah rumah-rumahnya yang masih tradisional. Rumah panggung dengan bilik bambu yang jarang kita jumpai di perkotaan bisa dengan mudah kita temui di sini.
Selain itu, objek wisata lain yang bisa ditemui adalah Curug Bellarosa, Batu Ngampar, dan Gunung Bukit Tunggul. Curug Bellarosa adalah salah satu air terjun di Jawa Barat yang memiliki keasrian dan keindahan yang alami. Untuk bisa mencapai Curug Bellarosa, wisatawan harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit dari area rumah warga.
Perjalanan Anda menuju curug akan ditemani segarnya udara pegunungan dan asrinya hutan pegunungan. Batang-batang pohon pinus yang menjulang menambah keindahan hutan. Tak ada salahnya jika Anda berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan sekitar sekaligus mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Dengan semua sajian alam yang ada, perjalanan menuju curug tidak akan terasa lama.
Lalu, di penghujung perjalanan wisatawan akan disambut oleh Curug Bellarosa. Saat pertama kali memasuki kawasan air terjun, wisatawan akan disambut oleh saung-saung tradisional yang bersih dan nyaman. Dengan atap serabut ijuk dan bilik bambu sederhana ataupun sekedar pilar di tengah saung.